UMKM harus keluar dari produk konvensional

Jum'at, 24 Januari 2014 - 20:45 WIB
UMKM harus keluar dari...
UMKM harus keluar dari produk konvensional
A A A
Sindonews.com - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peluang sama besarnya dengan negara-negara Asia Tengara untuk memenangkan pasar dan bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang bakal dimulai 2015 mendatang.

Hanya saja, untuk mampu bersaing UMKM harus memiliki inovasi produk, keluar dari produk konvensional dan terpenting juga mendapat dukungan pemangku kebijakan.

Hal itu diungkapkan oleh Praktisi Ekonomi Reinald Kasali disela Young Entrepreneurs Forum, Jumat (24/1/2014) di Semarang. Menurut Dia, Era MEA 2015, menjadi pergerakan barang produksi secara bebas di kawasan Asia Tenggara dan itu menjadi peluang besar bagi produk-produk UMKM untuk bersaing.

"Namun dibutuhkan kekuatan yang berbeda untuk bersaing dengan negara tetangga dengan kepemilikan sumber daya yang hampir sama. Kekuatan kita adalah inovasi," katanya.

Dia menyebutkan, untuk mendorong inovasi di kalangan pelaku UMKM, juga dibutuhkan dorongan dari wirausahawan muda, untuk berdampingan dengan UMKM sehingga tidak mematikan sektor tersebut.

Sebagai langkah menuju persaingan yang tidak bisa dihindari, Reinald menegaskan pentingnya UMKM mengelola bisnis lebih modern dengan inovasi produk, manajemen usaha serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"UMKM kita masih banyak yang belum mampu mengelola bisnis sesuai dengan standar internasional," imbuhnya.

Dia mencontohkan, negara tetangga Thailand misalnya. Negara Gajah Putih itu diprediksi bakal mampu mengirim beras ke Semarang dalam waktu dekat ini.

Kenapa bisa terjadi? Menurut Reinal, Thailand memiliki regulasi dan pembinaan usaha mikro lebih jeli dibandingkan Indonesia. Mereka memiliki pelabuhan bagus dan memiliki subsidi tepat guna. Bahkan petani disubsidi hingga punya sertifikat dan bankable. "Kekuatan itu yang belum kita miliki," tandasnya.

Terpisah, Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) Purbaya Budi Santoso mengemukakan, UMKM di Indonesia khususnya Jawa Tengah memang agak sulit untuk mampu bersaing dengan negara-negara tetangga, dikarenakan usaha mikro di negara tetangga sudah mapan.

"Performance UMKM kita masih kurang jadi sulit untuk bersaing di pasar internasional," katanya.

Meski demikian, kata Dia, bukan berarti produk UMKM Indonesia tidak mampu bersaing. UMKM Indonesia saat ini hanya adanya pembinaan yang berkelanjutan, dari pemerintah dan adanya standar mutu yang sesuai dengan standar internasional.

Dengan mememiliki standar mutu dan pembinaan jelas maka dipastikan akan mampu bersaing dengan negara-negara tetangga. "Contohnya produk jenang Mubarok dari Kudus yang saat ini sudah mampu menembus pasar luar negeri, karena memang memiliki standar mutu sesuai dengan standar internasional," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
55 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved