Harga emas global di angka tertinggi dalam 10 pekan

Senin, 27 Januari 2014 - 19:50 WIB
Harga emas global di...
Harga emas global di angka tertinggi dalam 10 pekan
A A A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan berjangka dunia mencapai angka tertinggi dalam sepuluh pekan, di tengah pelemahan saham global. Namun, keuntungan terbatas karena para pedagang mengambil jelang pertemuan kunci Federal Reserve AS (Fed) pekan ini.

Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi China dan bayangan sektor perbankan, ditambah dengan perkiraan Federal Reserve AS yang akan kembali ke skala pembelian obligasi lebih lanjut, menumpuk tekanan di pasar negara berkembang yang bergantung pada pendanaan eksternal.

Spot emas berada di angka USD1.270,50 per ounce pada pukul 10.20 GMT, naik 0,1 persen, setelah mencapai angka tertinggi sejak pertengahan November semalam di angka USD1.278,01 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik USD6 menjadi USD1.270,30 per ounce.

Penurunan 2,3 persen saham dunia pekan lalu membantu mendorong emas lebih tinggi selama seminggu berturut-turut, lari ke keuntungan terpanjang mingguan sejak pertengahan 2012. Namun, pasar berjuang untuk membuat keuntungan lebih lanjut pada awal minggu menjelang dua hari pertemuan kebijakan Fed yang dimulai Selasa (28/1/2014).

"Konsensus akan ada putaran tapering lebih lanjut sebesar USD10 miliar per bulan. Jika ada sesuatu yang kurang dari itu, emas bisa bergerak lebih tinggi sebagai spekulan bergerak masuk," kata analis Mitsubishi, Jonathan Butler, seperti dilansir dari Economic Times, Senin (27/1/2014).

The Fed telah memutuskan akan memangkas program pembelian obligasi USD85 miliar per bulan minimal sebesar USD10 miliar per bulan.

Ekspektasi bahwa Fed bisa menarik stimulus moneter minggu ini mengangkat USD. Sementara mata uang safe-haven, seperti yen dan Swiss franc yang banyak diminati sebagai emerging market berlanjut sell-off.

Menurut Butler, dalam jangka panjang setiap pemulihan ekuitas akan cenderung mengekang keuntungan terhadap logam mulia. "Kemunduran di pasar ekuitas dan mentalitas risk-off secara keseluruhan tidak akan bertahan dalam jangka menengah," katanya.

"Setelah kita melihat data AS lebih positif, dan laba positif yang akan kembali membebani emas," tambah Butler.

Logam mulia lainnya, perak naik 0,5 persen menjadi USD19,95 per ounce, sedangkan platinum turun 0,5 persen di USD1.416,25 per ounce dan spot palladium susut 0,6 persen menjadi 727,22 per ounce.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved