Produksi dan distribusi ternak ayam terganggu cuaca

Senin, 27 Januari 2014 - 20:03 WIB
Produksi dan distribusi...
Produksi dan distribusi ternak ayam terganggu cuaca
A A A
Sindonews.com - Musim hujan mengakibatkan peternak ayam di Kota Depok menunda untuk beternak kembali setelah panen. Mereka khawatir cuaca dingin akan membuat ayam ternak mereka rentan terkena penyakit.

Distribusi ayam potong pun dikhawatirkan masih terhambat banjir. Hal itu juga membuat peternak ayam menahan untuk beternak ayam kembali. Bahkan, di pasar tradisional harga ayam di Depok menurun karena pasokan dari Jakarta melimpah.

Salah satu peternak ayam di Cilodong , Nawi, sengaja menunda beternak sejak sebulan lalu. "Sengaja saya nahan dulu, menunggu cuaca stabil. Lihat saja sekarang ini kandang pada kosong," ujarnya di lokasi, Senin (27/1/2014).

Menurutnya, cuaca yang dingin atau musim hujan memicu banyaknya penyakit bagi ayam. Sehingga, kondisi fisik ternak pun menjadi lebih ringkih. Akibatnya, harga daging ayam yang sedang turun juga menjadi pertimbangan bagi peternak.

"Ini kandang dibiarkan kosong dulu. Kalau dipaksakan, sudah banyak yang mati, rugi lagi karena harganya murah. Mungkin kalau peternak baru, dia tetap semangat. Tapi, kita berjaga-jaga jangan sampai rugi terlalu besar," ujarnya.

Kepala Bagian Produksi PD Ayam Broiler Sari Rasa, Al Arif mengatakan, meskipun ia masih memproduksi ayam ternak, namun banyak ayam yang sakit karena intensitas hujan yang tinggi.

Menurutnya, air hujan masuk ke kandang bisa menyebabkan penyakit. Bahkan, kondisi itu juga mempengaruhi pertumbuhan ayam menjadi lebih lambat. Akibatnya jadwal panen seringkali terlambat sekitar dua sampai tiga hari.

Untuk mengakalinya, peternak akhirnya memasang penghalang di sekitar kandang ayam sehingga tidak terkena dampak hujan. "Kita pastikan kebersihan kandang serta pasokan pakan," ujar Arif.

Harga daging ayam potong di Pasar Depok Jaya masih anjlok senilai Rp16.000 per kg. Anjloknya harga tersebut disebabkan karena terhambatnya pasokan daging ayam ke Jakarta karena banjir.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved