Merger XL-Axis diminta segera direalisasikan

Selasa, 28 Januari 2014 - 13:12 WIB
Merger XL-Axis diminta...
Merger XL-Axis diminta segera direalisasikan
A A A
Sindonews.com - Konsumen dinilai akan mengalami kerugian besar jika konsolidasi telekomunikasi tertunda atau batal. Sebab, konsolidasi dan merger antar operator telekomunikasi menjadi tuntutan yang harus direalisasikan mengingat industri telekomunikasi sudah jenuh.

Ahli telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo mengatakan, dua operator telekomunikasi yang diinisiasi oleh PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Axis Telekom Indonesia (Axis), merupakan keniscayaan dan harus segera dilakukan di tengah makin tidak sehatnya industri telekomunikasi.

Menurutnya, jumlah operator yang lebih dari 10, menyebabkan kompetisi antar opertor sangat ketat. Salah satunya, kebijakan low price dari operator yang turut mendorong penurunan kualitas layanan (quality of services) bagi konsumen. Penurunan kualitas layanan yang terjadi seperti sering terjadinya drop call, unsuccesfull call ratio yang tinggi, hingga kualitas ketersambungan yang buruk.

"Kondisi ini jelas tidak sehat bagi industri dan konsumen. Merger merupakan solusi terbaik untuk menyelamatkan industri, sehingga harus segera dilakukan. Makin lama proses merger terjadi, maka kondisi operator akan makin mengkhawatirkan. Ini akan berujung pada makin rendahnya kualitas layanan, seperti makin seringnya terjadi drop call. Sehingga konsumen akan rugi besar," ujar Agung di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Agung mengungkapkan, merger dua operator telekomunikasi, tidak serta merta harus mengembalikan frekuensi, sesuai pasal 25 Ayat 2 PP No 53/2000. Ayat tersebut menyatakan bahwa izin stasiun radio tidak dapat dialihkan kepada pihak lain kecuali ada persetujuan dari Menteri.

"Stasiun radio itu merupakan satu kesatuan perangkat telekomunikasi, yang di dalamnya juga termasuk frekuensi. Jadi, bila sudah ada izin menteri, frekuensi tersebut tidak perlu dikembalikan. Hal serupa, memanfaatkan teknologi untuk pengefisienkan penggunaan spektrum frekuensi radio, pernah terjadi pada Indosat-Satelindo dan Smart-Fren," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelanggan 4G XL Axiata...
Pelanggan 4G XL Axiata Tembus 90%, BTS 3G Tersisa 4.221
XL Axiata Punya 2.300...
XL Axiata Punya 2.300 BTS 4G di Aceh, Melayani 1 Juta Pelanggan
XL Mulai Demo Layanan...
XL Mulai Demo Layanan 5G, Ada 4K, VR, dan Cloud Gaming
Ultah ke 25, XL Axiata...
Ultah ke 25, XL Axiata Kenalkan Layanan XL SATU
Internet Fiber XL Satu...
Internet Fiber XL Satu Kini Ditawarkan Hanya Rp276 Ribu Per Bulan
Link Net dan XL Axiata...
Link Net dan XL Axiata Gabungkan Layanan Internet di Dalam dan Luar Rumah
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
14 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
31 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
Mantan Jenderal Zionis:...
Mantan Jenderal Zionis: 3 Penyebab Israel akan Segera Hancur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved