Program CSR PGN difokuskan untuk korban banjir
Selasa, 28 Januari 2014 - 15:14 WIB
Program CSR PGN difokuskan untuk korban banjir
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara melalui anak perusahaannya PGN Solution menyalurkan bantuan kepada korban banjir di berbagai wilayah di Indonesia. Rangkaian program corporate community responsibility (CSR) ini merupakan bentuk kepedulian PGN kepada masyarakat dan lingkungan.
PGN peduli dilakukan di 13 daerah yang pada musim penghujan awal tahun 2014 mengalami musibah banjir. Di antaranya Jakarta, Bekasi, Tangerang, Medan, Batam, Palembang, Cilegon, Cirebon, Surabaya, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo dan Jakarta.
"Tahun kemarin (2013) kita fokus pada kegiatan keagamaan masyarakat. Pada awal tahun ini, CSR kita fokuskan pada korban bencana banjir, khususnya di sepanjang jalur pipa gas," ucap President Director PGN Solution Dilo Seno Widagdo dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/1/2014).
Untuk bantuan korban banjir di Jakarta, diberikan kepada warga di RW 7, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu 25 Januari 2014 lalu. Dia membeberkan, bantuan berupa kebutuhan mendesak warga seperti pakaian, selimut, makanan kering dan siap makan serta obat-obatan.
Untuk mengantisipasi menurunnya kesehatan warga akibat luapan Sungai Ciliwung, tim membawa serta tenaga medis langsung ke rumah-rumah warga.
Selain itu, bantuan juga diberikan PGN peduli dengan membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur dan kotoran. Kondisi banjir sendiri pada Sabtu kemarin sudah surut seiring menurunnya debit air Ciliwung, sehingga warga mulai membersihkan tempat tinggalnya.
"Teman-teman juga ikut bantu rumah-rumah warga, bantu bersih-bersih rumah pakai kompresor dan air," ujarnya.
Dilo mengimbau, warga yang tempat tinggalnya terkena musibah nantinya mengikuti kebijakan pemerintah DKI Jakarta. Salah satunya rencana relokasi warga yang tinggal di bantaran kali ke rumah susun Cipinang Besar. Bagaimanapun, kebijakan pemerintah DKI Jakarta dalam menata wilayah tersebut mengedepankan kepentingan yang lebih besar bagi masyarakat ibu kota secara keseluruhan.
Diakui, hunian baru itu menjadi kendala bagi sebagian besar warga di bantaran kali yang berkemampuan pas-pasan. Sehingga mereka merasa keberatan jika diwajibkan pindah ke rusun. Namun ia mengingatkan bahwa tinggal di bantaran kali akan terus dihantui banjir dan kewaspadaan tinggi. Apalagi banjir rutin terjadi setiap tahunnya.
Di sisi lain, tinggal di rusun yang ditunjang fasilitas jaringan gas diharapkan dapat menghemat pengeluaran kebutuhan rumah tangga. Seperti yang sudah berjalan di rusun Kalibata City.
"Kita sampaikan bahwa penggunaan gas alam, selain menghemat pengeluaran rumah tangga gas alam juga tidak membahayakan," tandasnya.
PGN peduli dilakukan di 13 daerah yang pada musim penghujan awal tahun 2014 mengalami musibah banjir. Di antaranya Jakarta, Bekasi, Tangerang, Medan, Batam, Palembang, Cilegon, Cirebon, Surabaya, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo dan Jakarta.
"Tahun kemarin (2013) kita fokus pada kegiatan keagamaan masyarakat. Pada awal tahun ini, CSR kita fokuskan pada korban bencana banjir, khususnya di sepanjang jalur pipa gas," ucap President Director PGN Solution Dilo Seno Widagdo dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/1/2014).
Untuk bantuan korban banjir di Jakarta, diberikan kepada warga di RW 7, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu 25 Januari 2014 lalu. Dia membeberkan, bantuan berupa kebutuhan mendesak warga seperti pakaian, selimut, makanan kering dan siap makan serta obat-obatan.
Untuk mengantisipasi menurunnya kesehatan warga akibat luapan Sungai Ciliwung, tim membawa serta tenaga medis langsung ke rumah-rumah warga.
Selain itu, bantuan juga diberikan PGN peduli dengan membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur dan kotoran. Kondisi banjir sendiri pada Sabtu kemarin sudah surut seiring menurunnya debit air Ciliwung, sehingga warga mulai membersihkan tempat tinggalnya.
"Teman-teman juga ikut bantu rumah-rumah warga, bantu bersih-bersih rumah pakai kompresor dan air," ujarnya.
Dilo mengimbau, warga yang tempat tinggalnya terkena musibah nantinya mengikuti kebijakan pemerintah DKI Jakarta. Salah satunya rencana relokasi warga yang tinggal di bantaran kali ke rumah susun Cipinang Besar. Bagaimanapun, kebijakan pemerintah DKI Jakarta dalam menata wilayah tersebut mengedepankan kepentingan yang lebih besar bagi masyarakat ibu kota secara keseluruhan.
Diakui, hunian baru itu menjadi kendala bagi sebagian besar warga di bantaran kali yang berkemampuan pas-pasan. Sehingga mereka merasa keberatan jika diwajibkan pindah ke rusun. Namun ia mengingatkan bahwa tinggal di bantaran kali akan terus dihantui banjir dan kewaspadaan tinggi. Apalagi banjir rutin terjadi setiap tahunnya.
Di sisi lain, tinggal di rusun yang ditunjang fasilitas jaringan gas diharapkan dapat menghemat pengeluaran kebutuhan rumah tangga. Seperti yang sudah berjalan di rusun Kalibata City.
"Kita sampaikan bahwa penggunaan gas alam, selain menghemat pengeluaran rumah tangga gas alam juga tidak membahayakan," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :