OJK dorong jumlah BUMN go public

Kamis, 30 Januari 2014 - 12:54 WIB
OJK dorong jumlah BUMN...
OJK dorong jumlah BUMN go public
A A A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong upaya agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat terlibat aktif dalam industri pasar modal dengan mencatatkan sahamnya di papan bursa (go public).

Dengan masuknya BUMN ke pasar modal, diharapkan dapat meningkatkan kapitalisasi pasar modal Tanah Air.

"Saya ketemu Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menyampaikan bahwa kami terus mendorong perusahaan-perusahaan ini lebih banyak masuk pasar modal," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Cita-cita yang sudah sejak lama diwacanakan tersebut, Muliaman mengatakan, penting dilakukan agar BUMN dapat berkembang lebih pesat karena memperoleh dana murah dari pasar modal.

"Ini penting karena pasar modal akan menjadi alternatif mendapatkan pembiayaan perusahaan dan menurut saya mendapatkan pembiayan dari pinjaman bank sudah lama," imbuh dia.

Muliaman mengungkapkan, dengan masuknya perusahaan pelat merah ke pasar modal dapat membiayai proyek jangka panjang.

"Ini untuk jangka panjang, bisa dapat untuk pengerjaan proyek hingga 10 tahun," pungkas dia.

Sementara beberapa BUMN yang sempat menyatakan kesiapannya untuk melantai di Bursa Efek Indoensia (BEI) pada tahun ini, diantaranya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII dan PT Rekayasa Industri (Rekind).

PTPN VII berenacan melepas 30 persen saham pada saat penawaran umum perdana saham (IPO) dengan target raihan dana segar mencapai Rp1,7 triliun. Perseroan berharap, IPO bisa digelar pada pertengahan tahun ini.

Sementara Rekind juga sempat melontarkan niatnya untuk melepas 30 persen saham ke publik pada saat IPO. Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk ekspansi guna mendukung bisnis rekayasa perseroan ke depan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Kementerian BUMN Minta...
Kementerian BUMN Minta Relaksasi IPO BUMN, Begini Tanggapan OJK
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
Berita Terkini
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Meroket dalam Hitungan Jam usai AS Serang Iran Lagi
1 jam yang lalu
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
11 jam yang lalu
SIG Salurkan 292 Hewan...
SIG Salurkan 292 Hewan Kurban bagi Masyarakat di Sekitar Area Operasi
12 jam yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
12 jam yang lalu
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
13 jam yang lalu
Krisis Mata Ulang Lokal...
Krisis Mata Ulang Lokal Dorong Investor Regional Buru Aset Berbasis Dolar AS
14 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved