Kemenkeu terus bentengi arus modal keluar

Kamis, 30 Januari 2014 - 14:06 WIB
Kemenkeu terus bentengi...
Kemenkeu terus bentengi arus modal keluar
A A A
Sindonews.com - Untuk menjaga arus modal keluar (capital outflow) dengan mencegah terjadinya keuntungan yang diperoleh di dalam negeri tidak dibawa keluar, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana segera mengeluarkan kebijakan terkait insentif kepada para investor.

Menteri Keuangan (Menkeu), Chatib Basri mengungkapkan, pihaknya tengah menggodok skema yang akan digunakan dalam penerapan kebijakan tersebut. Menurutnya, pembahasan perihal kebijakan ini akan tuntas dalam jangka waktu satu bulan ke depan.

"Tahun ini kita akan mengeluarkan kebijakan guna mengendalikan capital outflow. Satu atau dua bulan ke depan akan disampaikan," terang Chatib di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Dia menjelaskan, peraturan baru ini nantinya juga dapat menghalau dampak negatif adanya tapering off oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. Karena, bila tidak direspon sejak dini, tapering off ini dikhawatirkan akan mengakibatkan capital outflow yang sangat besar.

"Kebijakan lanjutan tapering off akan sangat memengaruhi capital outflow. Sehingga kebijakan ini kita perlukan untuk mengendalikan dampaknya," ujarn Menkeu.

Aturan baru yang sedang disiapkan timnya tersebut, nantinya pemerintah akan memberikan insentif kepada para investor melalui keringanan pajak dalam proses reinvestasi.

Bahkan, kata Chatib, keringanan pajak tersebut dapat mendekati nol persen. "Jadi kebijakannya akan mendorong investor akan me-reinvestasi keuntungan mereka di sini agar enggak dibawa keluar. Pajaknya sekarang 20 persen, namun kebijakan ini pajaknya akan mendekati 0 persen," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved