Indosat dukung merger XL-Axis sepaket dengan frekuensi

Kamis, 30 Januari 2014 - 21:25 WIB
Indosat dukung merger...
Indosat dukung merger XL-Axis sepaket dengan frekuensi
A A A
Sindonews.com - Presiden Direktur PT Indosat Tbk Alexander Rusli turut berkomentar soal pro kontra pengembalian frekuensi dalam kasus merger dan akuisisi PT XL Axiata Tbk (XL) dan PT Axis Telekom Indonesia (Axis).

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI Rabu sore (29/1), Alex menegaskan sudah seharusnya frekuensi satu paket dengan akuisisi. Hadir pada kesempatan itu para petinggi operator.

Menurut Alex, bila telah ada izin menteri, tidak menjadi masalah aset-aset yang dimiliki perusahaan yang diakuisisi dan merger, menjadi milik perusahaan pengakuisisi, termasuk frekuensi yang terkait. “Jika frekuensi tidak diikutsertakan niscaya tidak ada operator yang mau melakukan aksi korporasi tersebut,” ujar Alex.

Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi mengatakan, mustahil melakukan akuisisi tanpa mengikutsertakan frekuensi. Sebab, selain harus membayar utang Axis sebesar Rp17 triliun, XL juga harus melayani pelanggan Axis yang saat ini mencapai 17 juta.

Dia menambahkan, akuisisi menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan alokasi spektrum. “Akan sulit untuk melayani pelanggan Axis tanpa tambahan frekuensi,” ujar Hasnul, dalam kesempatan yang sama.

Menurut Hasnul, aksi konsolidasi semacam ini bukan pertama kali terjadi. Dia mencontohkan operator CDMA Smart juga bergabung dengan Fren. Bergitupula Indosat yang melakukan aksi konsolidasi dengan IM3 dan Satelindo. Hasnul menuturkan, saat itu tidak dipermasalahkan soal frekuensi, bahkan diberikan semua ke perusahaan.

Axis saat ini menggunakan spektrum 25 MHz dengan pembagian 15 MHz untuk 2G dan 10 MHz sisanya untuk 3G. Jika konsolidasi ini terjadi, XL akan mendapat 15 MHz di spektrum 1.800, sedangkan 10 MHz sisanya akan dikembalikan ke negara.

Frekuensi di 1.800 MHz, yang saat ini digunakan untuk layanan 2G, menjadi incaran beberapa operator. Selain XL, Telkomsel dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) juga menginginkan frekuensi ini.

Telkomsel beralasan, saat ini pelanggannya sudah mencapai 131,5 juta per akhir 2013, sehingga membutuhkan tambahan frekuensi. Sementara Tri juga membutuhkan karena saat ini hanya memiliki 10 MHz di 1.800 dan 10 MHz di 2.100. Jika LTE digelar di 1.800, maka Tri akan kesulitan melayani pelanggan.

Hasnul melanjutkan, seharusnya jumlah pelanggan tidak hanya dijadikan patokan untuk menambah frekuensi. Sebab, meskipun jumlah pelanggan XL lebih sedikit, trafik pelanggan XL 15 persen lebih banyak dari Telkomsel.

Berdasarkan laporan masing-masing perusahaan hingga akhir 2012, layanan 2G XL dengan spektrum 15 MHz, trafik pelanggan mencapai 106 miliar menit, atau sekitar 7,1 miliar menit per MHz. Jumlah ini lebih tinggi 15 persen dari trafik Telkomsel yang memiliki 30 MHz dengan trafik 185 miliar menit, atau rata-rata hanya 6,1 miliar menit per MHz.

Dari sisi pelanggan, Telkomsel dan XL sudah sama-sama berada di atas ambang batas ketentuan perlunya tambahan frekuensi dari International Telecommunication Union (ITU). Sesuai ketentuan ITU, penambahan alokasi spektrum frekuensi dimungkinkan bila jumlah pelanggan minimal 3 juta pelanggan per MHz.

Saat ini, di spektrum 2G, XL dengan 15 MHz memiliki total 46 juta pelanggan, atau rasio 3,1 juta pelanggan per MHz. Jumlah ini tidak terlalu terpaut jauh dengan Telkomsel yang memiliki 30 MHz dengan 125 juta pelanggan, atau rasio 3,9 juta pelanggan per MHz.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Kualitas Infrastruktur...
Kualitas Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi selama Mudik 2023 Terjaga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
36 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
1 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
2 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
3 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
12 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
12 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved