Wall Street rebound dipicu ekonomi AS Q4

Jum'at, 31 Januari 2014 - 14:43 WIB
Wall Street rebound...
Wall Street rebound dipicu ekonomi AS Q4
A A A
Sindonews.com - Wall Street berhasil ditutup balik arah positif (rebound) pada perdagangan Kamis waktu setempat didukung menguatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal IV/2013.

Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal IV/2013 tumbuh sesuai harapan, yakni 3,2 persen. Konsumsi rumah tangga dan ekspor yang kuat mendukung pertumbuhan PDB Negara Paman Sam pada kuartal tersebut.

Indeks S&P 500 mencetak kenaikan terbesar sejak 18 Desember 2013 didukung menguatnya saham Facebook, yang berhasil memimpin reli kenaikan di sektor tekonologi. Saham Facebook Inc (FB.O) melonjak 14,1 persen menjadi USD61,08 setelah berhasil membukukan kinerja di atas estimasi analis.

Sementara saham Google Inc (GOOG.O) melesat 2,6 persen menjadi USD1,135.39 setelah Lenova Group mengatakan akan membeli divisi handset Motorola senilai USD2,91 miliar. Setelah bel punutupan, saham Google memperpanjang kenaikan 4,6 persen dipicu pendapatan kuartalan melebihi perkiraan.

Sektor teknologi di indeks S&P 500 menguat tertinggi dengan kenaikan 1,5 persen. Pada hari sebelumnya, tiga indeks utama AS terkoreksi lebih dari 1 persen setelah The Fed mengumumkan akan mengurangi stimulus USD10 miliar tiap bulan.

Sementara gejolak di pasar negera berkembang mereda setelah mata uang Turki, Lira dihantam kenaikan mata uang Afrika Selatan, rand yang berhasil menguat.

"Saya pikir retorika tentang mata uang negara berkembang mulai mereda. Saya tidak terkejut melihat pasar saham kembali bangkit, terutama di sejumlah sektor yang sempat terkoreksi cukup dalam, " kata Kepala Investasi Solaris Grup Tim Ghriskey seperti dilansir Reuters, Jumat (31/1/2014).

Semalam, indeks Dow Jones ditutup menguat 109,82 poin atau 0,70 persen menjadi 15.848,61; indeks S&P 500 naik 19,99 poin atau 1,13 persen menjadi 1.794,19 dan Nasdaq terkerek 71,69 poin atau 1,77 persen menjadi 4.123,13.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
1 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
1 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
1 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
2 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
2 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved