Banjir sebabkan produksi beras nasional terganggu

Sabtu, 01 Februari 2014 - 11:18 WIB
Banjir sebabkan produksi...
Banjir sebabkan produksi beras nasional terganggu
A A A
Sindonews.com - Banjir di Karawang, Jawa Barat yang melanda 28 kecamatan menyebabkan 9. 698 hektar areal pertanian terendam. Sementara secara nasional dari 60.614 hektar luas lahan pertanian, diperkirakan 15.761 hektar lahan persemaian rusak akibat banjir. Padahal, rencana tanam pada 2014 seluas 97 ribu hektar.

Menanggapi hal tersebut, mantan Menteri Pertanian era BJ Habibie, Soleh Solahuddin mengatakan, banjir tahun ini termasuk yang terbesar melanda Jawa Barat. Kerugian ekonomis mencapai ratusan miliar rupiah. Banjir yang melanda Jawa Barat, menurut Soleh, akan besar pengaruhnya terhadap produksi beras nasional. Sebab, daerah-daerah yang dilanda banjir merupakan sentra pertanian andalan. Salah satunya Kabupaten Karawang.

"Dampak banjir di sentra produksi beras, seperti Karawang pasti akan berdampak pada produksi beras nasional. Makin jauh kita dari target swasembada jika ini tidak ditangani dengan baik dan terencana," ujarnya, Sabtu (1/2/2014).

Menurut Soleh, untuk menutupi kurangnya ketersediaan beras dalam negeri, selama ini pemerintah selalu mengandalkan impor. Padahal, produktivitas pertanian nasional masih memiliki potensi yang sangat besar untuk ditingkatkan.

"Kalau kondisinya begini, beras impor pasti akan masuk, legal maupun ilegal. Impor beras memang belum bisa dihentikan seketika, karena kebutuhan kita besar. Tetapi aturan dan pelaksanaannya mesti lebih ketat dan terpantau. Kemendag, misalnya, jangan sampai mendatangkan beras premium yang hanya boleh diimpor oleh Bulog," ungkap Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Soleh menjelaskan, harus dilakukan penanganan serius pasca banjir. Misalnya, dengan perbaikan sistem irigasi mengingat banyak terjadi pendangkalan di saluran-saluran pengairan. Selain fungsinya sebagai penyokong industri pertanian, saluran-saluran ini juga bisa difungsikan sebagai pengendali air saat musim hujan tiba untuk mencegah terulangnya bencana yang sama di kemudian hari.

"Berikutnya, produksi dapat ditingkatkan dengan optimalisasi faktor-faktor produksi, baik pada skala intensifikasi maupun ekstensifikasi. Pemerintah bisa membantu dengan subsidi pupuk, bibit, dan lainnya yang harus dijamin tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat mencapai petani, dan tepat metode," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Keran Impor Beras Dibuka...
Keran Impor Beras Dibuka Bisa Menyebabkan Kerugian Negara
Akademisi Desak Penyelidikan...
Akademisi Desak Penyelidikan Segera Demurrage Beras Impor Rp294,5 M
Begini Modus Pengoplosan...
Begini Modus Pengoplosan Beras SPHP, Negara Ditaksir Rugi Rp2 Triliun Per Tahun
Skema Bermasalah, Denda...
Skema Bermasalah, Denda Beras Impor Bisa Bikin Gaduh Lintas Sektor
Soal Denda Impor Beras,...
Soal Denda Impor Beras, Perlu Penanganan Cepat dan Terukur
Skandal Impor Beras...
Skandal Impor Beras Berpotensi Bebani Devisa Negara
Berita Terkini
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
27 menit yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
1 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
12 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
12 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
12 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
13 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved