Rupiah akhir pekan diprediksi menguat lagi
Jum'at, 07 Februari 2014 - 08:19 WIB
Rupiah akhir pekan diprediksi menguat lagi
A
A
A
Sindonews.com - Masih ramainya sentimen positif yang berhembus rupanya tidak disia-siakan oleh rupiah untuk terus melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menyusul penguatan yang juga terjadi pada perdagangan kemarin.
Laju rupiah pada perdagangan akhir pekan ini diproyeksi semakin menjauhi level Rp12.200 per USD dan menguat mendekati level Rp12.100 per USD.
"Laju rupiah hampir mendekati resisten Rp12.154. Rentang rupiah di kisaran Rp12.167-12.148 mengacu kurs tengah BI," terang Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (7/2/2014).
Menilik lajunya secara historikal, tampaknya rupiah tak mau ketinggalan dengan melanjutkan laju positifnya dengan masih adanya imbas rilis data-data positif dari pertumbuhan GDP dan PDB per kapita tahun 2013 yang cenderung lebih tinggi dari sebelumnya yang juga berhasil melampaui estimasi.
Apresiasinya rupiah juga terbantukan dengan penguatan euro setelah ECB akhirnya memutuskan untuk menahan diri dari rencana penambahan stimulus dan kabar positif dari BoJ yang berencana memperluas pemberian stimulus moneter lebih lanjut.
"Begitupun dengan kabar dari BI yang berencana tetap akan melakukan kebijakan moneter, dengan suku bunga acuan yang ketat turut disambut positif," pungkas Reza.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.159 per USD atau terangkat 13 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.172 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup stagnan dengan hari sebelumnya di level Rp12.194 per USD.
Laju rupiah pada perdagangan akhir pekan ini diproyeksi semakin menjauhi level Rp12.200 per USD dan menguat mendekati level Rp12.100 per USD.
"Laju rupiah hampir mendekati resisten Rp12.154. Rentang rupiah di kisaran Rp12.167-12.148 mengacu kurs tengah BI," terang Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Jumat (7/2/2014).
Menilik lajunya secara historikal, tampaknya rupiah tak mau ketinggalan dengan melanjutkan laju positifnya dengan masih adanya imbas rilis data-data positif dari pertumbuhan GDP dan PDB per kapita tahun 2013 yang cenderung lebih tinggi dari sebelumnya yang juga berhasil melampaui estimasi.
Apresiasinya rupiah juga terbantukan dengan penguatan euro setelah ECB akhirnya memutuskan untuk menahan diri dari rencana penambahan stimulus dan kabar positif dari BoJ yang berencana memperluas pemberian stimulus moneter lebih lanjut.
"Begitupun dengan kabar dari BI yang berencana tetap akan melakukan kebijakan moneter, dengan suku bunga acuan yang ketat turut disambut positif," pungkas Reza.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.159 per USD atau terangkat 13 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.172 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup stagnan dengan hari sebelumnya di level Rp12.194 per USD.
(rna)