Pertumbuhan ekonomi DIY 2013 capai 5,40%

Jum'at, 07 Februari 2014 - 11:44 WIB
Pertumbuhan ekonomi...
Pertumbuhan ekonomi DIY 2013 capai 5,40%
A A A
Sindonews.com - Sepanjang 2013, pertumbuhan ekonomi DIY mencapai 5,40 persen, tumbuh lebih bagus dibanding 2012 lalu yang hanya 5,32 persen. Pertumbuhan ekonomi DIY 2013 yang lebih positif ini karena ditopang dari sektor perdagangan, perhotelan dan restoran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Bambang Kristianto mengatakan, laju perekonomian DIY mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun meski dalam setahun terakhir perekonomian nasional mengalami perlambatan. Pertumbuhan ekonomi DIY sepanjang 2013 yang mampu mencapai 5,40 persen lebih banyak ditopang dari sektor industri pengolahan.

"Industri pengolahan seperti golongan industri makanan, minuman, tekstil, produk tekstil, alas kaki dan kulit, funiture memberikan konstribusi 7,81 persen. Golongan tersebut mampu melayani permintaan domestik pariwisata dan ekspor," jelas Bambang, Jumat (7/2/2014).

Menurut Bambang, kontribusi berikutnya memberikan andil dalam pertumbuhan ekonomi DIY berasal dari sektor listrik, gas dan air bersih yang mencapai 6,65 persen, dan sektor pengangkutan serta komunikasi 6,30 persen.

Sektor perdagangan, hotel dan restoran serta jasa juga tumbuh positif, masing-masing 6,20 persen dan 5,57 persen. "Hanya saja untuk sektor pertanian mengalami pertumbuhan terendah, yakni hanya tumbuh 0,68 persen," ungkapnya.

Bambang mengatakan, secara umum besarnya andil masing-masing sektor dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi DIY didominasi sektor-sektor yang memiliki nominal besar meski pertumbuhan sektor yang bersangkutan relatif kecil.

Sektor perdagangan, hotel dan restoran memberi andil 1,31 persen, sektor industri pengolahan dan jasa 0,98 persen meski dari sisi pertumbuhan sektor ini tergolong yang tertinggi. "Untuk sektor pertambangan dan penggalian memberi andil 0,03 persen," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina SMEXPO Geliatkan...
Pertamina SMEXPO Geliatkan Ekonomi Rakyat di Yogyakarta
Dongkrak Ekonomi Warga...
Dongkrak Ekonomi Warga Jogja, Nara Kupu Gelar Lagi Pasar Sayur dan Pets Day Out
Tiga Jurus Sandiaga...
Tiga Jurus Sandiaga Tingkatkan Daya Saing Pelaku Parekraf
Wamenkop Sebut Yogyakarta...
Wamenkop Sebut Yogyakarta Bisa Jadi Role Model Daerah Bersistem Ekonomi Pancasila
Ekonomi Jatim Alami...
Ekonomi Jatim Alami Kontraksi, Pertumbuhannya Kalah Dari Banten dan Yogyakarta
Sukuk Ritel SR016 Bakal...
Sukuk Ritel SR016 Bakal Dirilis, Investasi Syariah yang Aman dan Dijamin Negara
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved