Soal pengganti Gita, SBY minta masukan Boediono

Jum'at, 07 Februari 2014 - 21:41 WIB
Soal pengganti Gita,...
Soal pengganti Gita, SBY minta masukan Boediono
A A A
Sindonews.com - Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Julian Aldrin Pasha menyatakan, posisi menteri perdagangan tidak kosong meski Gita Wirjawan sudah menyatakan mengundurkan diri.

"Meskipun Pak Gita sudah menyatakan mengundurkan diri, namun secara yuridis posisi beliau tetap sebagai menteri perdagangan. Jadi ya, posisi itu tidak kosong, karena tetap dijabat," kata Julian di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Dia menilai sistem pemerintahan di Kementerian Perdagangan akan berjalan seperti biasa. Apalagi ada wakil menteri, jadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Menurutnya, Gita masih aktif sebagai mendag sampai menteri perdagangan definitif diumumkan langsung oleh Presiden SBY. Presiden masih mempertimbangkan secara matang dan meminta masukan kepada Wapres Boediono.

Pengganti Gita, lanjut Julian, menjadi hak penuh Presiden SBY. "Saya tidak bisa jawab. Itu hak prerogratif presiden. Belum ada info mengenai itu. Nanti diumumkan langsung oleh Presiden," ujarnya.

Seperti diketahui, Gita mengundurkan diri dari menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dilatarbelakangi niatnya untuk fokus dalam Konvensi Partai Demokrat.

"Saya mengundurkan diri sebagai Menteri Perdagangan efektif 1 Februari 2014. Mengingat betapa pentingnya konvensi Partai Demokrat bagi kepentingan bangsa," kata Gita di Gedung Kementerian Perdagangan, Jalan M Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2014).

Gita mengambil langkah ini guna menghindari terjadinya konflik kepentingan antara tugasnya sebagai menteri perdagangan dengan niat mencalonkan diri sebagai presiden dari Konvensi Partai Demokrat.

"Saya berharap, langkah ini terbaik. Dan, menjadi presiden dalam perkembangan politik dan demokrasi di Tanah Air," tegasnya.

Namun, keputusan Gita ini mendulang kontorversi. Sebab, langkah ini diambil di saat perekonomian Indonesia sedang kisruh. Salah satunya mengenai permasalahan impor beras ilegal asal Vietnam yang hingga kini pengusutannya belum tuntas.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gita Wirjawan Jadi Advisor...
Gita Wirjawan Jadi Advisor di Startup Pendidikan Danacita
Pentingnya Stabilitas...
Pentingnya Stabilitas Politik dan Keamanan untuk Pembangunan Nasional
Penurunan Impor Bisa...
Penurunan Impor Bisa Ganggu Kapasitas Produksi di Indonesia
VinFast Ingin Membangun...
VinFast Ingin Membangun Negara Listrik di Indonesia: Investasi Ratusan Juta Dolar untuk Pabrik dan Ekosistem Elektrifikasi
Bos Ancora Sebut Vaksinasi...
Bos Ancora Sebut Vaksinasi Salah Satu Kunci Pemulihan Daya Beli
Kubu Tom Lembong Minta...
Kubu Tom Lembong Minta Dihadirkan Moeldoko dan Gita Wirjawan di Ruang Sidang
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved