IHSG sepanjang pekan ini menguat 1,08%
Minggu, 09 Februari 2014 - 17:05 WIB
IHSG sepanjang pekan ini menguat 1,08%
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini menguat 47,91 poin atau 1,08 persen lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya yang melemah 18,59 poin atau 0,24 persen.
Kepala Riset Trust Securuties Reza Priyambada mengatakan, semua indeks utama menghijau yang dipimpin indeks LQ45 yang naik sebesar 1,25 persen, diikuti indeks IDX30 menguat 1,18 persen dan DBX melonjak 1,10 persen.
"Sementara indeks sektoral mayoritas tercatat positif, di mana indeks properti naik 2,92 persen, diikuti indeks manufaktur dan aneka industri yang masih-masing naik 1,61 persen," kata dia dalam risetnya, Minggu (9/2/2014).
Selain itu, indeks perkebunan juga naik 1,60 persen. Sementara pelemahan hanya dialami indeks industri dasar, yang minus 0,92 persen.
Menurut Reza, di tengah banyak sentimen negatif dari rilis sebagian besar emiten-emiten global yang di bawah estimasi, IHSG justru mendapat kabar positif terutama dari kondisi makro ekonomi internal yang dapat dikatakan membaik.
Sentimen lainnya dari global, seperti imbas hasil pertemuan The Fed terkait pemangkasan stimulus, melambatnya indeks manufaktur China, negatifnya bursa saam Amerika dan Eropa merespon rilis sejumlah indeks manufaktur AS dan beberapa negara di Eropa yang mengalami perlambatan.
Sementara sentimen positif dari dalam negeri sepanjang pekan ini, seperti rilis positif data PDB dan cadangan devisa yang mengalami kenaikan. Bahkan neraca perdagangan mengalami surplus hingga akhir Desember 2013, meski jika ditotal sepanjang 2013 masih tercatat defisit.
"Laju IHSG berusaha rebound dengan memanfaatkan sentimen positif dari berbalik positifnya pasar saham AS pasca dirilisnya penurunan factory order yang tidak sedalam perkiraan sebelumnya dan merespon positif rilis kenaikan GDP yang dibarengi terapresiasinya rupiah," tutur Reza.
Sepanjang pekan ini, asing berbalik mencatatkan nett buy sebesar Rp268,45 dibandingkan pekan sebelumnya yang nett sell Rp1,57 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun, maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp2,6 triliun yang melanjutkan posisi nett buy di akhir Januari sebesar Rp2,33 triliun.
Sementara laju rupiah pada awal pekan yang sempat melemah karena terimbas rilis perlambatan kegiatan manufaktur di Inggris dan China serta masih adanya imbas tappering off The Fed. Namun, rilis surplusnya neraca perdagangan Indonesia senilai USD1,52 miliar, inflasi Januari 1,07 persen dan PDB Indonesia 2013 sebesar 5,78 persen memberi suntikan bagi laju rupiah.
Di samping itu, kabar dari Bank Indonesia yang berencana tetap akan melakukan kebijakan moneter, dengan suku bunga acuan ketat turut disambut positif.
Kepala Riset Trust Securuties Reza Priyambada mengatakan, semua indeks utama menghijau yang dipimpin indeks LQ45 yang naik sebesar 1,25 persen, diikuti indeks IDX30 menguat 1,18 persen dan DBX melonjak 1,10 persen.
"Sementara indeks sektoral mayoritas tercatat positif, di mana indeks properti naik 2,92 persen, diikuti indeks manufaktur dan aneka industri yang masih-masing naik 1,61 persen," kata dia dalam risetnya, Minggu (9/2/2014).
Selain itu, indeks perkebunan juga naik 1,60 persen. Sementara pelemahan hanya dialami indeks industri dasar, yang minus 0,92 persen.
Menurut Reza, di tengah banyak sentimen negatif dari rilis sebagian besar emiten-emiten global yang di bawah estimasi, IHSG justru mendapat kabar positif terutama dari kondisi makro ekonomi internal yang dapat dikatakan membaik.
Sentimen lainnya dari global, seperti imbas hasil pertemuan The Fed terkait pemangkasan stimulus, melambatnya indeks manufaktur China, negatifnya bursa saam Amerika dan Eropa merespon rilis sejumlah indeks manufaktur AS dan beberapa negara di Eropa yang mengalami perlambatan.
Sementara sentimen positif dari dalam negeri sepanjang pekan ini, seperti rilis positif data PDB dan cadangan devisa yang mengalami kenaikan. Bahkan neraca perdagangan mengalami surplus hingga akhir Desember 2013, meski jika ditotal sepanjang 2013 masih tercatat defisit.
"Laju IHSG berusaha rebound dengan memanfaatkan sentimen positif dari berbalik positifnya pasar saham AS pasca dirilisnya penurunan factory order yang tidak sedalam perkiraan sebelumnya dan merespon positif rilis kenaikan GDP yang dibarengi terapresiasinya rupiah," tutur Reza.
Sepanjang pekan ini, asing berbalik mencatatkan nett buy sebesar Rp268,45 dibandingkan pekan sebelumnya yang nett sell Rp1,57 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun, maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp2,6 triliun yang melanjutkan posisi nett buy di akhir Januari sebesar Rp2,33 triliun.
Sementara laju rupiah pada awal pekan yang sempat melemah karena terimbas rilis perlambatan kegiatan manufaktur di Inggris dan China serta masih adanya imbas tappering off The Fed. Namun, rilis surplusnya neraca perdagangan Indonesia senilai USD1,52 miliar, inflasi Januari 1,07 persen dan PDB Indonesia 2013 sebesar 5,78 persen memberi suntikan bagi laju rupiah.
Di samping itu, kabar dari Bank Indonesia yang berencana tetap akan melakukan kebijakan moneter, dengan suku bunga acuan ketat turut disambut positif.
(rna)
Lihat Juga :