IHSG berpeluang naik selama tak diserang profit taking
Senin, 10 Februari 2014 - 08:33 WIB
IHSG berpeluang naik selama tak diserang profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mampu melesat naik selama tidak diserang aksi ambil untung pada perdagangan awal pekan ini.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.431-4.456 dan resistance 4.472-4.483. Semoga laju bursa saham global masih positif dan tidak terjadi aksi profit taking yang memicu pembalikan arah IHSG," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (10/2/2014).
Menilik laju IHSG secara historikal, di akhir pekan kemarin IHSG masih menunjukan penguatan seperti yang diharapkan dalam ulasan sebelumnya.
"Dalam ulasan sebelumnya kami tuliskan diharapkan laju IHSG dapat sesuai dengan harapan kami untuk menutup sempurna utang gap 4.432-4.437. Ternyata IHSG pun dengan memanfaatkan positifnya laju bursa saham Asia setelah merespon penguatan bursa saham AS pasca dirilisnya penurunan angka klaim pengangguran, mampu melanjutkan pergerakan positifnya," kata Reza.
Pelaku pasarpun kembali melakukan akumulasi beli, terutama pada saham-saham yang sebelumnya masih bergerak sideways maupun yang dinilai masih rendah, antara lain ASII, SMGR, BBRI, TSPC, INCO dan lainnya.
"Laju pembukaan bursa saham Eropa yang positif turut mempertahankan IHSG di zona hijaunya," tambah Reza.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.474,20 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.440,59 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.466,67.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"IHSG berhasil bertahan di kisaran target resisten 4.436-4.448 dan bahkan mampu melampauinya serta menutup sempurna utang gap 4.432-4.437. Akan tetapi, kembali IHSG meninggalkan utang gap di level 4.424-4.440," papar dia.
Dari luar negeri, imbas menghijaunya laju bursa saham AS pasca dirilisnya penurunan initial jobless claim membuat laju bursa saham Asia berbalik menghijau.
Pelaku pasar masih menyimpan optimisme terhadap peningkatan kinerja emiten dalam beberapa tahun terakhir meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil dan juga merespon positif berita-berita yang dianggap positif dari beberapa emiten, antara lain Honda Motor Co., Sony Corp., dan Aurora Oil and Gas Ltd.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.431-4.456 dan resistance 4.472-4.483. Semoga laju bursa saham global masih positif dan tidak terjadi aksi profit taking yang memicu pembalikan arah IHSG," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (10/2/2014).
Menilik laju IHSG secara historikal, di akhir pekan kemarin IHSG masih menunjukan penguatan seperti yang diharapkan dalam ulasan sebelumnya.
"Dalam ulasan sebelumnya kami tuliskan diharapkan laju IHSG dapat sesuai dengan harapan kami untuk menutup sempurna utang gap 4.432-4.437. Ternyata IHSG pun dengan memanfaatkan positifnya laju bursa saham Asia setelah merespon penguatan bursa saham AS pasca dirilisnya penurunan angka klaim pengangguran, mampu melanjutkan pergerakan positifnya," kata Reza.
Pelaku pasarpun kembali melakukan akumulasi beli, terutama pada saham-saham yang sebelumnya masih bergerak sideways maupun yang dinilai masih rendah, antara lain ASII, SMGR, BBRI, TSPC, INCO dan lainnya.
"Laju pembukaan bursa saham Eropa yang positif turut mempertahankan IHSG di zona hijaunya," tambah Reza.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.474,20 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.440,59 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.466,67.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"IHSG berhasil bertahan di kisaran target resisten 4.436-4.448 dan bahkan mampu melampauinya serta menutup sempurna utang gap 4.432-4.437. Akan tetapi, kembali IHSG meninggalkan utang gap di level 4.424-4.440," papar dia.
Dari luar negeri, imbas menghijaunya laju bursa saham AS pasca dirilisnya penurunan initial jobless claim membuat laju bursa saham Asia berbalik menghijau.
Pelaku pasar masih menyimpan optimisme terhadap peningkatan kinerja emiten dalam beberapa tahun terakhir meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil dan juga merespon positif berita-berita yang dianggap positif dari beberapa emiten, antara lain Honda Motor Co., Sony Corp., dan Aurora Oil and Gas Ltd.
(rna)
Lihat Juga :