Indonesia perkuat fundamental ekonomi

Senin, 10 Februari 2014 - 10:38 WIB
Indonesia perkuat fundamental...
Indonesia perkuat fundamental ekonomi
A A A
Sindonews.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Firmanzah mengatakan, meski Bank Dunia telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 2 persen dari 3,2 persen menjadi 3,4 persen, namun sebagian negara berkembang justru mengalami tekanan.

Menurutnya, tekanan tersebut akibat pertumbuhan industri di negara-negara maju, dan adanya capital outflow dari negara berkembang ke negara maju. Karena itu, Indonesia memilih memitigasi risiko dengan memperkuat fundamental ekonomi.

Pernyataan Firmanzah tersebut menanggapi instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melakukan tanggap darurat sebagai respon cepat atas kerusakan berbagai infrastruktur di daerah paska bencana di awal 2014.

"Respon cepat kebijakan pemerintah terus dilakukan tidak hanya pemulihan ekonomi wilayah paska bencana tetapi juga untuk memperkokoh fundamental ekonomi nasional," katanya seperti dikutip dari situs Setkab, Senin (10/2/2014).

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan itu menjelaskan, sejumlah indikator ekonomi nasional hingga pekan pertama Februari 2014 menunjukkan perkembangan positif. Misalnya, neraca perdagangan Desember 2013 surplus USD1,52 miliar atau tertinggi sejak 2011.

"Surplus ini memberi kekuatan perbaikan neraca transaksi berjalan dan neraca modal," katanya sembari menyebutkan, surplus neraca perdagangan Desember 2013 juga mendorong peningkatan cadangan devisa dan penguatan nilai tukar rupiah.

Firmanzah juga menuturkan, cadangan devisa hingga akhir Januari 2014 sebesar USD100,7 miliar atau setara dengan 5-6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Sementara tekanan nilai tukar rupiah juga semakin menipis dan diharapkan akan terus menguat hingga akhir 2014.

Sementara, pendapatan per kapita di akhir 2013 meningkat hingga 36,5 juta dari 33,5 juta pada 2012. Namun, untuk memastikan fundamental ekonomi tetap kokoh, menurut dia, pemerintah berupaya melakukan rehabilitasi ekonomi paska bencana.

Ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah. Pertama memastikan distribusi pasokan barang kebutuhan pokok secara memadai. Kedua, dalam rapat kabinet terbatas pada Jumat (7/2/2014), SBY menginstuksikan segera dilakukannya perbaikan sarana dan prasarana jalan yang rusak akibat bencana.

Ketiga, pemerintah meminta bank sentral untuk mereskedul dan memberi keringanan bagi para debitur (masyarakat di lokasi bencana) yang terkena dampak bencana. Keempat, mengalokasikan bantuan tunai kepada para petani yang lahannnya rusak akibat bencana hingga Rp2 juta per hektar.

Kelima, cadangan BBM baik subsidi dan non subsidi dipastikan dalam status yang memadai, dan keenam yaitu intervensi pasar oleh Bulog dengan ketersediaan stok kebutuhan pokok di Bulog yang sangat mencukupi.

"Melalui respon kebijakan jangka pendek ini, diharapkan perekonomian wilayah dan nasional dapat terjaga dan bergerak. Sehinggga semakin memperkokoh fundamental ekonomi nasional," ujar Firmanzah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved