KLH ancam tutup perusahaan sawit di Riau

Rabu, 12 Februari 2014 - 20:05 WIB
KLH ancam tutup perusahaan...
KLH ancam tutup perusahaan sawit di Riau
A A A
Sindonews.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang mempelajari kasus pembakaran lahan yang dilakukan sebuah perusahaan sawit di Riau. Jika terbukti pelanggaran maka izin perusahaan akan dicabut.

Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya mengatakan, akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang masih melakukan pembakaran hutan untuk pembukaan lahan sawit baru.

Dari laporan yang diterima, pada awal tahun ini ada perusahaan besar kelapa sawit di Riau yang melakukan aksi pembakaran hutan. "Ini masih diselidiki, ada satu perusahaan besar melakukan pembakaran lahan," kata dia di Kuta, Bali, Rabu (12/2/2014).

Menurutnya, pada 2013 terdapat enam perusahaan di Sumatera yang diproses hukum, menjadi tersangka dalam kasus pembakaran hutan. Untuk kasus di Riau, sedang diselidiki kepolisian, demikian juga tim Kemen LH turun ke lapangan melakukan pengumpulan data-data dan pemeriksaan.

Jika ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan UU yang dilakukan perusahaan yang sama, maka izinnya akan dicabut. "Kalau perusahaan yang sama melakukan, izin kita cabut," tegasnya.

Sikap tersebut dilakukan karena pemerintah ingin melindungi sumber daya alam hutan untuk keberlanjutan di masa depan. Dia mencontohkan, kasus di Rawa Tripa, Aceh, perusahaan yang melakukan pembakaran hutan akhirnya dikenai sanksi pidana denda hampir Rp300 miliar meski dalam proses banding.

Pihaknya mengingatkan, perusahaan sawit segera menerapkan sertifikat ISPO guna mendukung pengembangan budidaya kelapa sawit di Indonesia berkelanjutan. "Kita sudah punya ISPO, standar yang yang sudah dibakukan. Semua perusahaan harus penuhi standar itu," kata Baltashar.

Dia mengakui, belum semua perusahaan kelapa sawit memenuhi sertifikat ISPO. Tercatat pada 2013 baru 10 perusahaan yang masuk peringkat hijau, sedangkan 22 perusahaan lainnya masuk peringkat biru.

Meski ada yang keberatan atau komplain dengan aturan lingkungan yang mesti diterapkan, pihaknya memandang hal itu sebagai hal biasa.

"Kita hanya minta mereka mematuhi kebijakan ini, jangan membakar. Membakar harus dengan manajemen baik, ini yang ingin kita tegakkan," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen YIDH Dukung...
Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sejumlah Masalah yang...
Sejumlah Masalah yang Bikin Pengusaha Sawit dan Masyarakat Tidak Akur
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Pengolahan yang Baik...
Pengolahan yang Baik Jadikan Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi
Aspekpir Kolaborasi...
Aspekpir Kolaborasi Buat Film Dokumenter Desa Transmigrasi Sawit
Wujudkan Perkebunan...
Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan, SPKS Dorong Kemitraan Usaha dengan Petani
Berita Terkini
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
18 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
29 menit yang lalu
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
49 menit yang lalu
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
1 jam yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
2 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved