Wall Street berakhir variatif

Kamis, 13 Februari 2014 - 08:54 WIB
Wall Street berakhir...
Wall Street berakhir variatif
A A A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street berakhir variatif. Indeks S&P 500 pada penuupan perdagangan Rabu waktu setempat berakhir mendatar setelah berhasil reli di zona positif selama empat sesi perdagangan.

Indeks S&P 500 sempat naik 3,9 persen selama empat sesi terakhir dan menjadi kinerja terbaik empat hari dalam 13 bulan. Posisi tersebut sekitar 1,6 persen di bawah rekor tertinggi penutupan perdagangan 15 Januari 2014 di level 1.848,38.

"Tidak ada koreksi besar di pasar saham sejak valuasi tetap atau mendekati nilai wajar, tapi kami tidak melihat harga saham terlalu mahal karena laba bersih yang terus tumbuh," kata Kepala Investasi First Citizens Bancshares Eric Teal seperti dilansir Reuters, Kamis (13/2/2014).

Kenaikan pasar saham baru-baru ini terjadi setelah penurunan tajam Wall Street lebih dari satu tahun, yang dipicu aksi jual akibat gejolak di pasar negara berkembang. Isu-isu tersebut masih memberi imbas ke pasar. Misalnya Procter & Gamble yang menurunkan prospek laba dan penjualan karena devaluasi mata uang di berbagai pasar negara berkembang.

Saham P&G (PG.N) terkoreksi 1,7 persen menjadi USD77,49. Menurut Teal, saham-saham yang berkorelasi dengan belanja konsumen akan mengalami volatilitas ke depan.

Nasdaq berhasil naik untuk sesi kelima perdagangan didorong oleh kinerja TripAdvisor. Sedangkan Dow mengalami tekanan dari P & G. Saham TripAdvisor Inc (TRIP.O) naik 7,2 persen menjadi USD90,27 setelah berhasil membukukan pendapatan tahunan di atas estimasi.

Indeks Dow Jones ditutup turun 30.83 poin atau 0,19 persen menjadi 15.963,94; indeks S&P 500 turun 0,49 poin atau 0,03 persen menjadi 1.819,26 sedangkan indeks Nasdaq naik 10,24 poin atau 0,24 persen menjadi 4.201,29.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
3 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
4 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
4 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
6 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
6 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
8 jam yang lalu
Infografis
Kontrak di Tokyo Verdy...
Kontrak di Tokyo Verdy Akan Berakhir, Ini 3 Calon Klub Baru Arhan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved