M Lutfi didesak segera tuntaskan kasus impor ilegal

Kamis, 13 Februari 2014 - 11:19 WIB
M Lutfi didesak segera...
M Lutfi didesak segera tuntaskan kasus impor ilegal
A A A
Sindonews.com - Partai Golkar mendesak Menteri Perdagangan yang baru, Muhammad Lutfi untuk segera menuntaskan kasus-kasus impor ilegal yang terjadi selama ini. Berbagai potensi impor ilegal juga menjadi tanggung jawab Lutfi yang harus segera diantisipasi.

"Partai Golkar mendesak Menteri Perdagangan baru yaitu M Lutfi untuk segera mengantisipasi dan menuntaskan kasus-kasus impor ilegal di seluruh wilayah Indonesia," ujar Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam rilisnya, Kamis (13/2/2014).

Menurutnya, saat ini berbagai kasus impor ilegal kerap terjadi. Akibatnya banyak masyarakat yang terkena imbasnya, bahkan sempat mendongkrak naiknya tingkat inflasi. Misalnya, impor bawang putih yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selain itu, kasus impor kedelai, dan impor daging yang akhirnya menyeret beberapa pejabat ke dalam lingkaran impor ilegal itu. Meski sudah mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tambah dia, kasus impor ilegal masih terus terjadi.

Terbaru yaitu kasus impor beras ilegal kelas medium asal Vietnam. "Sekali lagi, rakyat yang dirugikan dengan impor ilegal. Karena itu, kami mendesak Mendag baru untuk segera mengantisipasi dan menuntaskan kasus impor ilegal," ujar Airlangga.

Pihaknya mengusulkan, agar Lutfi juga mengantisipasi potensi terjadinya korupsi dari skema pembagian kuota impor yang diterapkan pemerintah. Sehingga, pengawasan terhadap skema kuota impor bisa dilakukan secara optimal oleh pihak-pihak berwenang.

Karena itu, lanjut dia, ke depan tidak ada lagi saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan), jika terjadi masalah serta keluhan di lapangan.

Sementara, terkait tugas pelaksana dan fungsi Kemendag yang diizinkan untuk melakukan importasi apabila pasokan domestik tidak mencukupi, Airlangga mengingatkan, agar Kemendag dan Kementan selalu berkoordinasi serta bersinergi.

Tujuannya agar kedua instansi itu bisa menjaga ketersediaan pasokan domestik sekaligus menjaga terjadinya impor ilegal.

"Tapi harus diingat juga, bahwa kedua kementerian itu tidak diperbolehkan melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), dalam menjalankan fungsi importasi tersebut," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
17 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved