BI waspadai penurunan ekspor awal 2014
Kamis, 13 Februari 2014 - 18:00 WIB
BI waspadai penurunan ekspor awal 2014
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya potensi penurunan volume maupun nilai ekspor barang-barang komoditas non migas pada awal tahun ini.
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, hal ini harus diwaspadai dan direspon dengan tepat. Pasalnya, bila tidak, fenomena tersebut bisa berbuah guncangan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
"Awal 2014 perlu waspada karena biasanya untuk ekspor komoditas batu bara, kelapa sawit dan lainnya masih dalam negosiasi kontrak mereka. Jadi biasanya ada penurunan," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/2/2014).
Dia mengatakan, perlu dicermati pula penerapan kebijakan UU No 4/2009 perihal larangan ekspor mineral mentah yang pada awalnya akan sedikit memberikan dampak penurunan secara volume. Meskipun diharapkan dapat memberikan dampak perbaikan yang signifikan.
"Ekspor mineral terjadi peningkatan bahwa kita memperhatikan peningkatan itu mungkin ada. Yang diantisipasi berlakunya UU Minerba (akan menyebabkan penurunan), tapi wajar," pungkas Agus.
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, hal ini harus diwaspadai dan direspon dengan tepat. Pasalnya, bila tidak, fenomena tersebut bisa berbuah guncangan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
"Awal 2014 perlu waspada karena biasanya untuk ekspor komoditas batu bara, kelapa sawit dan lainnya masih dalam negosiasi kontrak mereka. Jadi biasanya ada penurunan," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/2/2014).
Dia mengatakan, perlu dicermati pula penerapan kebijakan UU No 4/2009 perihal larangan ekspor mineral mentah yang pada awalnya akan sedikit memberikan dampak penurunan secara volume. Meskipun diharapkan dapat memberikan dampak perbaikan yang signifikan.
"Ekspor mineral terjadi peningkatan bahwa kita memperhatikan peningkatan itu mungkin ada. Yang diantisipasi berlakunya UU Minerba (akan menyebabkan penurunan), tapi wajar," pungkas Agus.
(izz)
Lihat Juga :