Kemendag siap cabut izin importir beras ilegal dari Vietnam

Jum'at, 14 Februari 2014 - 15:43 WIB
Kemendag siap cabut...
Kemendag siap cabut izin importir beras ilegal dari Vietnam
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara tegas mengatakan siap mencabut izin importir beras yang terbukti melakukan impor beras ilegal asal Vietnam.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kemendag Bachrul Chairi mengatakan, setidaknya ada tiga importir yang tengah diproses lantaran dicurigai memasukan 32 kontainer berisi 800 ton beras asal Vietnam berjenis fragrance rice dengan izin impor beras Thai Hom Mali.

"Kalau memang benar (terbukti melakukan impor ilegal beras asal Vietnam), ya langsung dicabut (izinnya)," kaat dia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/2/2014).

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam sidaknya di Pasar Induk Cipinang beberapa waktu lalu meneukan beras medium asal Vietnam.

Atas kejadian itu, dia meminta semua importir beras yang mendapatkan izin impor beras asal Vietnam pada 2013 diperiksa. Dari 165 importir beras, Kemdag kemudian mencurigai ketiga importir. Ketiganya, yakni CV PS, CV KFI dan PT TML.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Firman Subagyo sebelumnya mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan aparat penegak hukum untuk segera menginvestigasi dan memeriksa hingga tuntas carut marut kasus impor beras Vietnam yang dilakukan oleh mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.

“Karena itu saya mendesak agar Gita Wirjawan bertanggung jawab menyelesaikan kasus ini, bukan melimpahkan kepada anak buah. Siapapun yang terlibat harus diusut tuntas dan transparan agar masyarakat tidak kecewa,” tutur Firman.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
9 menit yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
45 menit yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
1 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
2 jam yang lalu
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
3 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
10 jam yang lalu
Infografis
Beras Hybrid yang Diciptakan...
Beras Hybrid yang Diciptakan Ilmuwan Korea Siap Dijual Bebas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved