Kredit UMKM di Sulsel diprediksi tumbuh 20%

Senin, 17 Februari 2014 - 14:51 WIB
Kredit UMKM di Sulsel...
Kredit UMKM di Sulsel diprediksi tumbuh 20%
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) Wilayah I Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menargetkan pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 2014 ini tumbuh 20 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah I Sulampua Suhaedi mengatakan, proyeksi tersebut memang cukup tinggi jika dibanding proyeksi kredit nasional yang hanya dikisaran 15-17 persen. Namun demikian, pihaknya optimis dengan perkembangan ekonomi Sulsel, penyerapan kredit sektor ini terus meningkat seiring dengan perkembangan industri UMKM yang juga terus meningkat.

“Selain pertumbuhan jumlah kucuran, pangsa penyaluran kredit UMKM di Sulsel juga terus mengalami peningkatan meski tidak begitu signifikan. Tahun ini kami prediksi pertumbuhan kredit UMKM Sulsel 15-20 persen,” ungkapnya di sela Workshop Pemberdayaan Umat Beragama dalam upaya peningkatan Keuangan Inklusif di Baruga Mangkasara, Kantor Perwakilan BI Makassar, Jl Jend Sudirman, Makassar, Senin (17/2/2014).

Berdasarkan data BI, realisasi penyaluran kredit UMKM di Sulsel per Desember 2013 di atas Rp25 triliun. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 23,62 persen jika dibandingkan 2012.

Realisasi kredit UMKM ini berkontribusi sekitar 31 persen dari total penyaluran kredit di wilayah ini yang mencapai Rp80,51 persen per Desember 2013. Dengan proyeksi kenaikan hingga 20 persen, berarti penyaluran kredit di sektor UMKM tahun ini bisa mencapai Rp30 triliun.

Suhaedi memaparkan, salah satu upaya untuk menggenjot penyaluran kredit UMKM adalah dengan menggandeng forum komunikasi umat beragama. Kerja sama ini sebelumnya telah dikembangkan di Manado.

"Manado sudah berjalan. Dan itu pertama di Indonesia. Saya yakin di Sulsel bisa lebih baik. Minimal kontribusi pertumbuhan kredit UMKM sekitar lima persen dari kerja sama ini," ujarnya.

Melalui kerja sama ini, selain melakukan kegiatan keagamaan, tokoh-tokoh agama juga bisa berkontribusi dalam mendorong perekonomian. Mulai dari memotivasi umat untuk melakukan kegiatan usaha serta melakukan pendampingan.

Selain itu, dana dari lembaga keagamaan yang selama ini dimanfaatkan untuk kegiatan operasional peribadatan, sadaqah, dan lainnya, kini bisa diperluas untuk membiayai kegiatan usaha.

Dia menambahkan, apa yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk dukungan konkret BI dalam mendorong percepatan pengembangan financial inclusion atau inklusi keuangan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
OJK Siap Longgarkan...
OJK Siap Longgarkan Aturan Batas Maksimum Kredit Di Masa Pandemi
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Kredit Macet UMKM, BRI Sudah Usulkan Sejak 2021
Respons Rencana Hapus...
Respons Rencana Hapus Kredit Macet UMKM, Asprindo: Perlu Didampingi Agar Bisa Bangkit
Kenaikan Pagu Kredit...
Kenaikan Pagu Kredit BRI Dorong Kebangkitan UMKM
Segera Disahkan, RUU...
Segera Disahkan, RUU Cipta Kerja Jadi Stimulus Dongkrak UMKM
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
13 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
36 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved