Wall Street berakhir tergelincir

Kamis, 20 Februari 2014 - 08:57 WIB
Wall Street berakhir...
Wall Street berakhir tergelincir
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Wall Street pada hari Rabu waktu setempat berakhir tergelincir karena ditekan aksi jual setelah The Fed mengindikasikan akan melanjutkan pemangkasan stimulus obligasi.

Risalah pertemuan kebijakan The Fed pada Januari lalu menunjukkan bahwa sejumlah pembuat kebijakan mengingnkan program pemangkasan stimulus obligasi sebesar USD10 miliar per bulan terus dilakukan, kecualai ada kejutan ekonomi signifikan di tahun ini.

Pernyataan tersebut seperti yang diperkirakan pelaku pasar, namun dengan melemahnya sejumlah data ekonomi, mereka berharap Bank Sentral Amerika Serikat (AS) memepertimbangkan kembali program itu demi merangsang pertumbuhan ekonomi.

"Pasar saham dalam kondisi rapuh, sehingga tidak akan memiliki toleransi besar," kata Presiden Platinum Partners Uri Landesman seperti dilansir Reuters, Kamis (20/2/2014).

Data housing starts AS pada Januari mengalami penurunan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir. Indeks harga produsen AS untuk permintaan akhir naik 0,2 persen, sehingga memberikan indikasi luas menekan inflasi.

Data itu menambah laporan ekonomi baru-baru ini, yang dipengaruhi oleh musim dingin ekstrim di AS, seperti indeks keyakinan homebuilder AS yang mengalami terbesar pada Februari. Kondisi cuaca juga disalahkan atas menurunnya data tenaga kerja pada Desember 2013.

Indeks Dow Jones ditutup turun 89,84 poin atau 0,56 persen menjadi 16.040,56; indeks S&P 500 tergelincir 12,01 poin atau 0,65 persen menjadi 1.828,75 dan Nasdaq turun 34,83 ​​poin atau 0,82 persen ke 4.237,954.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
7 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
7 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
8 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
8 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
9 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
9 jam yang lalu
Infografis
Setelah Perang Berakhir,...
Setelah Perang Berakhir, AS: Palestina Harus Memerintah Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved