Penjualan Pertamina Dex di Sulsel ditarget 40 ribu KL
Minggu, 23 Februari 2014 - 18:25 WIB
Penjualan Pertamina Dex di Sulsel ditarget 40 ribu KL
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina mulai menjual produk bahan bakar diesel non subsidi “Pertamina Dex” hari ini di Kota Makassar. Pertamina optimis akan mampu memasarkan hingga 40 ribu kilo liter (kl) perhari di Sulsel.
Senior Sales Executive Retail I Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Mardian mengtakan, untuk tahap awal, pihaknya akan menyalurkan di sembilan SPBU. Delapan di antaranya di Kota Makassar, sementara satu lainnya di Maros.
SPBU tersebut masing-masing, Alauddin, Ratulangi, Mesjid Raya, Racing Center, Pengayoman, Pettarani, Tol Sutami dan satu di SPBU Kabupaten Maros.
“Untuk langkah awal kami proyeksikan 40 KL dulu sehari. Tapi seiring dengan edukasi dan penambahan infrastruktur kami yakin di bulan Juni nanti target 40 ribu KL ini akan tercapai,” ungkapnya, Minggu (23/2/2014).
Dengan dikeluarkannya produk tersebut, nantinya Pertamina Dex diyakini mampu memberi kontribusi sedikitnya 10 persen dari total kebutuhan solar di sektor transportasi dan nelayan.
Apalagi, lanjutnya, dengan pertumbuhan mobil mewah yang terus meningkat di Sulsel yang menjadi target utama produk yang diklaim ramah lingkungan tersebut. Saat ini saja, kata Mardian, jumlah unit mobil mewah bermesin diesel yang mengaspal di sulsel sedikitnya 40 ribu unit.
“Pertamina Dex merupakan produk terbaik yang ada di pasar saat ini. Di mana emisi yang dihasilkan hanya 1/5 dari batas limit emisi yang diizinkan pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, Pertamina Dex telah dipasarkan di 220 SPBU di pulau Jawa. Di Sulsel Pertamina Dex akan dijual dengan harga Rp13.800 per liter. Tidak jauh berbeda dengan harga solar non subsidi yang selama ini dipasarkan SPBU seharga Rp13.700.
Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sulawesi Selatan, Burhanuddin Lestim mengatakan, pihanya mendukung terhadap upaya Pertamina dalam menjual Pertamina Dex sebagai salah satu langkah mengurangi penggunaan bahan bakar subsidi.
“Sebagai bentuk dukungan, secara bertahap SPBU yang belum menjual Pertamina Dex akan membangun infrastruktur. Sehingga masyarakat baik yang di kota maupun yang di kabupaten bisa langsung menggunakan produk ini,” kata Burhanuddin.
Untuk memudahkan pengguna Pertamina Dex dalam bertransaksi di SPBU, Pertamina juga bekerja sama dengan Bank Mandiri mengeluarkan kartu pembayaran elektronik. Kartu yang diberi nama Gazcard ini cukup dilekatkan di mesin pemindai SPBU yang telah menjual Pertamina Dex.
“Target kami sekitar 300 Gazcard pada peluncuran Pertamina Dex. Dengan kartu ini konsumen tidak perlu berlama lama di SPBU untuk menunggu,” ungkap Bussiness Development Officer Bank Mandiri Wilayah Makassar Tata Widyantara.
Senior Sales Executive Retail I Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Mardian mengtakan, untuk tahap awal, pihaknya akan menyalurkan di sembilan SPBU. Delapan di antaranya di Kota Makassar, sementara satu lainnya di Maros.
SPBU tersebut masing-masing, Alauddin, Ratulangi, Mesjid Raya, Racing Center, Pengayoman, Pettarani, Tol Sutami dan satu di SPBU Kabupaten Maros.
“Untuk langkah awal kami proyeksikan 40 KL dulu sehari. Tapi seiring dengan edukasi dan penambahan infrastruktur kami yakin di bulan Juni nanti target 40 ribu KL ini akan tercapai,” ungkapnya, Minggu (23/2/2014).
Dengan dikeluarkannya produk tersebut, nantinya Pertamina Dex diyakini mampu memberi kontribusi sedikitnya 10 persen dari total kebutuhan solar di sektor transportasi dan nelayan.
Apalagi, lanjutnya, dengan pertumbuhan mobil mewah yang terus meningkat di Sulsel yang menjadi target utama produk yang diklaim ramah lingkungan tersebut. Saat ini saja, kata Mardian, jumlah unit mobil mewah bermesin diesel yang mengaspal di sulsel sedikitnya 40 ribu unit.
“Pertamina Dex merupakan produk terbaik yang ada di pasar saat ini. Di mana emisi yang dihasilkan hanya 1/5 dari batas limit emisi yang diizinkan pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, Pertamina Dex telah dipasarkan di 220 SPBU di pulau Jawa. Di Sulsel Pertamina Dex akan dijual dengan harga Rp13.800 per liter. Tidak jauh berbeda dengan harga solar non subsidi yang selama ini dipasarkan SPBU seharga Rp13.700.
Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sulawesi Selatan, Burhanuddin Lestim mengatakan, pihanya mendukung terhadap upaya Pertamina dalam menjual Pertamina Dex sebagai salah satu langkah mengurangi penggunaan bahan bakar subsidi.
“Sebagai bentuk dukungan, secara bertahap SPBU yang belum menjual Pertamina Dex akan membangun infrastruktur. Sehingga masyarakat baik yang di kota maupun yang di kabupaten bisa langsung menggunakan produk ini,” kata Burhanuddin.
Untuk memudahkan pengguna Pertamina Dex dalam bertransaksi di SPBU, Pertamina juga bekerja sama dengan Bank Mandiri mengeluarkan kartu pembayaran elektronik. Kartu yang diberi nama Gazcard ini cukup dilekatkan di mesin pemindai SPBU yang telah menjual Pertamina Dex.
“Target kami sekitar 300 Gazcard pada peluncuran Pertamina Dex. Dengan kartu ini konsumen tidak perlu berlama lama di SPBU untuk menunggu,” ungkap Bussiness Development Officer Bank Mandiri Wilayah Makassar Tata Widyantara.
(gpr)
Lihat Juga :