Produksi susu sapi di Boyolali menyusut

Senin, 24 Februari 2014 - 15:43 WIB
Produksi susu sapi di...
Produksi susu sapi di Boyolali menyusut
A A A
Sindonews.com - Cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Boyolali dan sekitarnya akhir-akhir ini membuat para peternak sapi perah kebingungan.

Pasalnya, akibat cuaca ekstrim ini, produksi susu yang dihasilkan peternak mengalami penyusutan. Salah seorang peternak sapi perah di Kecamatan Jelok, Darto Mulyono, menyebutkan pengaruh cuaca ekstrem tersebut sangat terasa.

Menurutnya, jika biasanya dalam sehari satu ekor sapi mampu menghasilkan 8-10 liter berkualitas, saat ini hanya 5-8 liter yang menghasilkan susu berkualitas. Sementara, susu yang dihasilkan lainnya banyak yang rusak dan kurang bagus untuk di konsumsi.

Dia mengatakan, penyusutan tersebut terjadi setidaknya sejak awal 2014 dan penyusutan semakin banyak memasuki akhir Februari. "Mungkin sapinya kurang sehat karena cuaca yang buruk atau karena apa saya juga kurang paham," ucapnya kepada Koran Sindo, Senin (24/2/2014).

Sementara, peternak Sapi perah lainnya, Widodo menyebutkan penyusutan produksi susu diperparah dengan erupsi Gunung Kelud yang terjadi beberapa hari lalu. Menurutnya, akibat erupsi tersebut stok pakan sapi menjadi menyusut dan bermibas pada susutnya produksi susu.

widodo mengatakan, pasca rerumputan tertutup abu vulkanik, sapi para peternak diberi makan bekatul dan juga ketela, Tetapi makanan tersebut kurang memiliki kandungan gizi dibandingkan dengan rerumputan hijau.

Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kuncoro, membenarkan adanya penyusutan produksi susu tersebut. Dia menyebutkan penyusutan produksi susu tersebut mencapai 10.000 liter hingga 15.000 liter per hari.

Dia menjelaskan, selain karena cuaca ekstrem, abu vulkanik tersebut memang berpengaruh terhadap produksi susu. Produksi susu di Kabupaten Boyolali akan kembali normal setalah abu vulkanik yang menutupi rerumputan mulai hilang. Hal itu seiring dengan kondisi cuaca yang semakin membaik.

"Kalau cuaca membaik dan abu mulai bersih, kemungkinan besar dalam waktu sebulan produksi susu di tingkat peternak akan kembali meningkat," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cimory Kedepankan Riset...
Cimory Kedepankan Riset dan Inovasi
Kandang Sapi Perah Rakyat...
Kandang Sapi Perah Rakyat Beroperasi di Pasuruan, Bangkitkan Industri Susu Lokal
Pemerintah Kembangkan...
Pemerintah Kembangkan dan Tingkatkan Industri Susu Dalam Negeri
Rupiah Ambruk Parah,...
Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas
Susu Kambing Formula...
Susu Kambing Formula Miliki Nutrisi Alami untuk Tumbuh Kembang Anak
3 Negara Asal Impor...
3 Negara Asal Impor Susu Indonesia
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
1 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
2 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
2 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
2 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
2 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved