Backlog perumahan di Sulsel capai 300 ribu unit

Jum'at, 28 Februari 2014 - 20:26 WIB
Backlog perumahan di...
Backlog perumahan di Sulsel capai 300 ribu unit
A A A
Sindonews.com - Angka kekurangan (backlog) perumahan di Sulsel terus meningkat. Perhimpunan Real Estate Indonesia (REI) Sulsel memperkirakan sampai akhir 2013, mencapai hingga 300 ribu hunian.

Badan Pertimbangan Organisasi REI Sulsel Ambo Ala mengatakan, tingginya angka tersebut karena kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan rumah hanya sampai 5.000-7.000 unit dari target antara 10.000-15.000 unit. Sehingga secara otomatis terjadi pertambahan kebutuhan rumah 15-20 persen setiap tahunnya.

“Dari 300.000 unit ini, backlog tertinggi masih terjadi di Kota Makassar dan sekitarnya yang persentasenya mencapai 50 persen dari total kebutuhan di Sulsel,” ungkapnya di kompleks perumahan Bank Indonesia, Jumat (28/2/2014).

Karena backlog setiap tahun terus meningkat, dia berharap seluruh stakeholder bisa duduk bersama untuk merumuskan sebuah kebijakan, agar tidak terjadi gap (kesenjangan) yang semakin tajam.

Mulai dari inventarisasi riil kebutuhan rumah per kabupaten/kota sampai pembangunan pusat industri baru selain kota Makassar, yang nantinya mampu menahan laju urbanisasi dari daerah hinterland sekaligus menyerap tenaga kerja baru.

Selain itu, kata dia, pemerintah sudah perlu memikirkan realisasi dari wacana bank tanah. Menurutnya, cara ini terbilang sukses dilakukan di beberapa negara seperti China ataupun Belanda, dimana sebagian besar dikuasai pemerintah sehingga harga tanah tidak mudah mengalami penggelembungan. “Dengan demikian backlog pun bisa ditekan,” katanya.

Dia menambahkan, untuk menyiasati sulitnya lahan, pemerintah bekerja sama dengan pengembang dapat memprioritaskan pembangunan rumah susun. Hanya saja, hal ini masih memerlukan edukasi, agar masyarakat berminat untuk tinggal di rumah susun.

Diketahui, sepanjang 2014, REI Sulsel hanya menargetkan 15 ribu unit rumah. 10 ribu rumah sederhana dengan pembiayaan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Sisanya, 5.000 unit untuk segmen menengah ke atas.

Di tempat sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulampua Suhaedi mengatakan, jika besarnya angka backlog tidak terkait dengan kebijakan LTV. Sebab backlog biasanya berhubungan dengan kemampuan pasar, sementara LTV hanya membatasi kebijakan kepemilikan rumah untuk rumah kedua dan seterusnya.

Sehingga pihaknya meyakini, jika kebijakan LTV justru akan melindungi masyarakat yang memang menyasar rumah pertama sebagai kebutuhan rumah tinggal bukan lagi sebagai investasi.

“Harus dikaji jangan sampai karena tingkat kemampuan masyarakat yang tidak mampu membeli, jangan semata-mata kebijakannya yang disalahkan. Dengan kebijakan ini justru akan menekan aksi spekulan untuk membeli rumah lalu menjual kembali,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
27 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
57 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved