Pemerintah sediakan anggaran untuk awasi rendemen tebu

Jum'at, 28 Februari 2014 - 21:31 WIB
Pemerintah sediakan...
Pemerintah sediakan anggaran untuk awasi rendemen tebu
A A A
Sindonews.com - Mulai tahun ini pemerintah membentuk tim pengawas yang akan ditempatkan di 52 pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tim tersebut nantinya akan mengawasi operasional pabrik gula, temasuk penentuan besar kecilnya rendemen tebu.

“Anggarannya sudah kita siapkan. Tahun ini mulai berjalan,” kata Menteri Pertanian, Suswono saat melakukan sarasehan dengan petani tebu rakyat, di Pabrik Gula Sragi, Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2014).

“Tidak usah khawatir nanti di setiap pabrik gula BUMN akan ada pengawas. Jadi soal rendemen juga nanti akan diawasi proses penentuannya,” kata Mentan menjawab pertanyaan salah seorang petani tebu yang mengeluhkan rendahnya rendemen yang ditentukan pabrik gula.

Mentan mengemukakan, berdasar pengalamannya besar kecilnya rendemen ditentukan oleh tiga faktor, yakni kualitas tebu, kondisi pabrik, dan manusia. Jika kualitas tebunya baik rendemennya akan tinggi, sebaliknya jika kualitasnya rendah rendemennya pun rendah.

Kondisi pabrik gula juga sangat berpengaruh pada rendemen. Pabrik-pabrik yang peralatannya masih baik umumnya rendemennya tinggi. Karena itu pabrik-pabrik gula milik swasta yang mesinnya masih baru-baru rendemennya bisa mencapai 9 sampai 10.

“Sementara pabrik gula BUMN rata-rata umurnya sudah tua, sehingga perlu direvitalisasi. Hal ini juga mempengaruhi angka rendemen,” jelas Mentan.

Terkait dengan revitalisasi pabrik gula, Mentan menjelaskan, ketika baru menjabat dirinya sudah mengajukan syarat revitalisasi seluruh pabrik gula BUMN untuk mencapai swasembada gula. Syarat lainnya adalah penambahan areal seluas 350 ribu hektare dan pembangunan 10—15 pabrik gula baru.

Namun tidak ada satu pun yang terpenuhi. Penambahan lahan tidak ada. Revitalisasi tidak dilakukan menyeluruh, hanya mengganti sebagian peralatan saja. Sementara pabrik baru hanya satu yang dibangun oleh swasta. “Itu pun baru Mei 2014 beroperasi,” tandas Suswono.

Faktor lain yang menjadi persoalan, lanjut Mentan, adalah manusia. Tidak jarang di lapangan ditemui oknum-oknum yang memainkan angka rendemen. Oknum-oknum ini bekerjasama dengan pabrik gula untuk mengelebui petani, sehingga rendemennya selalu rendah.

Dengan adanya tim pengawas yang terdiri dari para akademisi itu persoalan kisruh rendemen yang selalu merugikan petani diharapkan dapat diatasi. Sehingga petani tebu tidak selalu merasa ditipu oleh pabrik gula.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
6 menit yang lalu
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
17 menit yang lalu
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
29 menit yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
30 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
47 menit yang lalu
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
51 menit yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved