Uang tidak layak edar di Sulsel Rp2,55 triliun

Senin, 03 Maret 2014 - 10:29 WIB
Uang tidak layak edar...
Uang tidak layak edar di Sulsel Rp2,55 triliun
A A A
Sindonews.com - Jumlah uang tidak layak edar (UTLE) di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami peningkatan. Sepanjang 2013, Bank Indonesia (BI) mencatat sebesar Rp2,55 triliun.

Deputy Kepala Perwakilan BI Wilayah I Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Harymurthy Gunawan menjelaskan, angka tersebut lebih tinggi jika dibanding dengan UTLE tahun 2012, dimana peningkatannya mencapai 85,5 persen.

"Penyebab UTLE ini karena perilaku masyarakat yang biasanya tidak merawat uang dengan mencoret-coret atau melipat-lipat sampai kusut," ungkapnya, akhir pekan lalu.

Karena itu, lanjut dia, BI secara berkala melakukan kegiatan penukaran uang dan kas keliling yang menjangkau seluruh daerah di Sulsel sebagai upaya penerapan kebijakan clean money policy.

"BI tetus berupaya menjaga ketersediaan uang layak edar (ULE) di masyarakat agar semakin membaik," ungkapnya.

Khusus untuk triwulan IV-2013, kegiatan kas keliling telah dilakukan sebanyak 9 kali dengan rincian empat kali di dalam kota dan lima kali di luar kota. Adapun total modal yang dikeluarkan pada kegiatan kas keliling dalam kota sebesar Rp120 juta sedangkan luar kota Rp430 juta.

Meski begitu, kata dia, kebijakan itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh BI. Masyarakat juga harus berperan di dalamnya dengan memiliki kesadaran memperlakukan uang dengan baik.

"Uang itu kan berharga, sebagai alat pembayaran. Kondisinya harus rapih. Kalau kondisinya seperti ini akan terkendala saat melakukan penyetoran uang di mesin ATM," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk pecahan kecil biasanya dilakukan penarikan setiap 6 bulan, sementara untuk pecahan besar sampai delapan bulan. BI juga aktif mengedarkan uang kecil dalam bentuk logam yang bisa bertahan lebih lama.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved