Waspadai potensi downreversal lanjutan
Selasa, 04 Maret 2014 - 08:22 WIB
Waspadai potensi downreversal lanjutan
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini akan berada pada rentang support 4.555-4.572 dan resisten 4.592-4.594.
"IHSG sempat berada di bawah kisaran target support 4.574-4.592 dan berakhir di kisaran tersebut. Utang gap 4.575-4.579 telah dilunasi, namun peluang untuk rebound dapat tertahan bila sentimen dari laju bursa saham global tidak mendukung. Tetap mewaspadai potensi downreversal lanjutan," kata Reza, Selasa (4/3/2014).
Dalam ulasan sebelumnya, Reza menjelaskan, pihaknya menuliskan peluang kenaikan lanjutan kembali diuji IHSG, namun juga kembali meninggalkan utang gap tipis 4.575-4.579.
Jika rilis data-data makro di awal pekan dapat sesuai estimasi, maka peluang kenaikan dapat terjadi. Jika tidak, tetap mewaspadai potensi downreversal.
"Pada kenyataannya, dua hal memang terjadi sesuai dengan ulasan yang kami buat, di mana adanya utang gap memicu terjadinya profit taking dan adanya rilis neraca perdagangan yang kembali mencatatkan defisit juga turut membuat laju IHSG mengalami downreversal," kata dia.
Semua sektor mengalami koreksi kecuali sektor perkebunan yang masih bertahan di zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.589,93 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.567,76 di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.584,21.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing masih mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia sedikit tertahan laju kenaikannya, di mana Nikkei dan HSI memimpin pelemahan, termasuk Sensex dan diikuti laju bursa saham Asia lainnya kecuali bursa saham China yang masih bertahan di zona hijaunya.
Rilis kenaikan balance of trade Korea Selatan, AIG manufacturing index Australia dan capital spending YoY Jepang belum mampu mengimbangi respon negatif pelaku pasar terhadap kenaikan yen sebagai imbas peningkatan tensi politik di Ukraina.
Di sisi lain, rilis kenaikan tipis nonmanufacturing PMI dan HSBC manufacturing China memberikan imbas positif pada Shanghai dan Shenzen meski kurang ditanggapi positif bursa saham Asia lainnya.
Ikut campurnya AS dalam meningkatnya tensi politik di Ukraina, terutama setelah Presiden Obama turut memberi peringatan bersama Jerman, Inggris, dan NATO kepada Rusia langsung ditanggapi negatif.
Aksi jual kembali terjadi dan menutupi peluang kelanjutkan penguatan yang terjadi di akhir pekan sebelumnya. Bahkan rilis kenaikan personal income and spending MoM serta markit manufacturing PMI tidak terlalu ditanggapi positif karena tertutup oleh besarnya aksi jual.
"IHSG sempat berada di bawah kisaran target support 4.574-4.592 dan berakhir di kisaran tersebut. Utang gap 4.575-4.579 telah dilunasi, namun peluang untuk rebound dapat tertahan bila sentimen dari laju bursa saham global tidak mendukung. Tetap mewaspadai potensi downreversal lanjutan," kata Reza, Selasa (4/3/2014).
Dalam ulasan sebelumnya, Reza menjelaskan, pihaknya menuliskan peluang kenaikan lanjutan kembali diuji IHSG, namun juga kembali meninggalkan utang gap tipis 4.575-4.579.
Jika rilis data-data makro di awal pekan dapat sesuai estimasi, maka peluang kenaikan dapat terjadi. Jika tidak, tetap mewaspadai potensi downreversal.
"Pada kenyataannya, dua hal memang terjadi sesuai dengan ulasan yang kami buat, di mana adanya utang gap memicu terjadinya profit taking dan adanya rilis neraca perdagangan yang kembali mencatatkan defisit juga turut membuat laju IHSG mengalami downreversal," kata dia.
Semua sektor mengalami koreksi kecuali sektor perkebunan yang masih bertahan di zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.589,93 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.567,76 di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.584,21.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing masih mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia sedikit tertahan laju kenaikannya, di mana Nikkei dan HSI memimpin pelemahan, termasuk Sensex dan diikuti laju bursa saham Asia lainnya kecuali bursa saham China yang masih bertahan di zona hijaunya.
Rilis kenaikan balance of trade Korea Selatan, AIG manufacturing index Australia dan capital spending YoY Jepang belum mampu mengimbangi respon negatif pelaku pasar terhadap kenaikan yen sebagai imbas peningkatan tensi politik di Ukraina.
Di sisi lain, rilis kenaikan tipis nonmanufacturing PMI dan HSBC manufacturing China memberikan imbas positif pada Shanghai dan Shenzen meski kurang ditanggapi positif bursa saham Asia lainnya.
Ikut campurnya AS dalam meningkatnya tensi politik di Ukraina, terutama setelah Presiden Obama turut memberi peringatan bersama Jerman, Inggris, dan NATO kepada Rusia langsung ditanggapi negatif.
Aksi jual kembali terjadi dan menutupi peluang kelanjutkan penguatan yang terjadi di akhir pekan sebelumnya. Bahkan rilis kenaikan personal income and spending MoM serta markit manufacturing PMI tidak terlalu ditanggapi positif karena tertutup oleh besarnya aksi jual.
(rna)
Lihat Juga :