Wika Beton bidik dana IPO Rp1,3 T
Selasa, 04 Maret 2014 - 12:55 WIB
Wika Beton bidik dana IPO Rp1,3 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Wijaya Karya Beton (Wika Beton), anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana melakukan aksi korporasi pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) dengan target dana sebesar Rp1,3 triliun.
Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi mengatakan, perseroan memang belum mau menyebutkan berapa harga saham yang ditawarkan per lembarnya. Namun, dia mengungkapkan, dari aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperoleh dana segar sekitar Rp1,2-Rp1,3 triliun.
"Untuk harga saham nanti dulu ya, tapi target dana IPO ini sekitar Rp1,2-Rp1,3 triliun," kata Entus usai menghadiri jumpa pers perseroan di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Untuk diketahui, Wika Beton akan melepas 23,47 persen saham baru dengan jumlah sebanyak-banyaknya 2,045 miliar lembar saham. Jumlah saham yang dilepas tersebut sudah termasuk saham yang dialokasikan bagi karyawan sebanyak 3 persen dari total alokasi saham yang ditawarkan.
Dengan begitu menurut perhitungan, dengan target dana IPO Rp1,3 triliun dibagi jumlah saham yang dilepas 2,045 miliar saham, calon emiten yang bergerak di bidang produksi tiang pancang (precast) ini akan menawarkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kisaran Rp635 per saham.
Nantinya dana hasil IPO sebesar 85 persen akan digunakan untuk ekspansi usaha. Manajemen Wika Beton akan menerapkan agenda ekspansi, diantaranya penguasaan quarry material alam, pembangunan pabrik baru, kapasitas pabrik dan juga pembelian alat yang secara sinergis mendukung kemudahan instalasi produk yang dihasilkan Wika Beton.
Sedangkan, sisa dana sebesar 15 persen akan digunakan untuk tambahan modal kerja. Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Sucorinvest Sentral Gani sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk pelaksanaan IPO.
Bookbuilding akan dilakukan pada 4-18 Maret, diharapkan pernyataan efektif OJK pada 24 Maret 2014. Penawaran umum direncanakan pada 26-28 Maret 2014, sedangkan pencatatan di papan BEI ditargetkan pada 3 April 2014.
Wika Beton pada akhir tahun lalu memiliki aset sebesar Rp2,9 triliun. Pendapatan usaha sepanjang 2013 tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan laba usaha sebesar Rp336 miliar. Wika beton juga mencatatkan konsistensi pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun. Pada 2010, total pendapatan tercatat sebesar Rp1,43 triliun maka selama empat tahun pertumbuhan rata-rata sebesar 22 persen.
Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi mengatakan, perseroan memang belum mau menyebutkan berapa harga saham yang ditawarkan per lembarnya. Namun, dia mengungkapkan, dari aksi korporasi tersebut diharapkan dapat memperoleh dana segar sekitar Rp1,2-Rp1,3 triliun.
"Untuk harga saham nanti dulu ya, tapi target dana IPO ini sekitar Rp1,2-Rp1,3 triliun," kata Entus usai menghadiri jumpa pers perseroan di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Untuk diketahui, Wika Beton akan melepas 23,47 persen saham baru dengan jumlah sebanyak-banyaknya 2,045 miliar lembar saham. Jumlah saham yang dilepas tersebut sudah termasuk saham yang dialokasikan bagi karyawan sebanyak 3 persen dari total alokasi saham yang ditawarkan.
Dengan begitu menurut perhitungan, dengan target dana IPO Rp1,3 triliun dibagi jumlah saham yang dilepas 2,045 miliar saham, calon emiten yang bergerak di bidang produksi tiang pancang (precast) ini akan menawarkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kisaran Rp635 per saham.
Nantinya dana hasil IPO sebesar 85 persen akan digunakan untuk ekspansi usaha. Manajemen Wika Beton akan menerapkan agenda ekspansi, diantaranya penguasaan quarry material alam, pembangunan pabrik baru, kapasitas pabrik dan juga pembelian alat yang secara sinergis mendukung kemudahan instalasi produk yang dihasilkan Wika Beton.
Sedangkan, sisa dana sebesar 15 persen akan digunakan untuk tambahan modal kerja. Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Sucorinvest Sentral Gani sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk pelaksanaan IPO.
Bookbuilding akan dilakukan pada 4-18 Maret, diharapkan pernyataan efektif OJK pada 24 Maret 2014. Penawaran umum direncanakan pada 26-28 Maret 2014, sedangkan pencatatan di papan BEI ditargetkan pada 3 April 2014.
Wika Beton pada akhir tahun lalu memiliki aset sebesar Rp2,9 triliun. Pendapatan usaha sepanjang 2013 tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan laba usaha sebesar Rp336 miliar. Wika beton juga mencatatkan konsistensi pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun. Pada 2010, total pendapatan tercatat sebesar Rp1,43 triliun maka selama empat tahun pertumbuhan rata-rata sebesar 22 persen.
(rna)
Lihat Juga :