KTI serap 60% anggaran pembangunan pelabuhan
Selasa, 04 Maret 2014 - 18:02 WIB
KTI serap 60% anggaran pembangunan pelabuhan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah pusat mengucurkan anggaran Rp56 triliun untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas pelabuhan pada tahun ini. Rp33,6 triliun di antaranya difokuskan untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Bobby R Mamahit mengatakan, setiap tahun pemerintah terus melakukan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi regional. Apalagi dengan luas wilayah Indonesia yang memang membutuhkan dukungan sarana transportasi.
“Tahun ini kita anggarakan Rp56 triliun untuk sarana pelabuhan, 60 persen di antaranya dikucurkan untuk KTI,” ungkapnya seusai peresmian dermaga kapal negara di Pelabuhan Paotere, Selasa (4/3/2014).
Dia menjelaskan, sesuai dengan rencana Dirjen Perhubungan Laut, pertambahan dermaga setiap tahun diupayakan mencapai 10 persen. Oleh karena itu, dalam program MP3EI dicanangkan perbaikan atau pembangunan sekitar 1.324 pelabuhan di Indonesia yang akan diimplementasikan hingga 2025.
“Khusus untuk Pelabuhan Garongkong yang dipersiapkan menjadi penyangga Pelabuhan Makassar, market sounding akan dilakukan tahun depan dengan menggandeng investor swasta nasional,” jelasnya.
Dari segi konektivitas, pelabuhan ini diproyeksikan terintegrasi dengan arteri nasional yang melintasi pelabuhan Panciran, Jawa Timur dan pelabuhan di kalimanatan Timur. Saat ini, Pelabuhan Garongkong telah terhubung dengan Pelabuhan Batu Licin Kalimantan Selatan, terkhusus angkutan ferry.
Sementara itu, untuk pelabuhan Takalar sebagai terminal penumpang juga terus diupayakan. Menurut dia, pelabuhan penumpang idealnya memang harus terpisah dengan terminal barang dan peti kemas untuk menghindari kesemrawutan.
“Kawasan Timur Indonesia harus memiliki terminal penumpang misalnya untuk kapal pesiar sehingga bisa lebih mengcover destinasi wisata di daerah bersangkutan," ujarnya.
Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Bobby R Mamahit mengatakan, setiap tahun pemerintah terus melakukan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi regional. Apalagi dengan luas wilayah Indonesia yang memang membutuhkan dukungan sarana transportasi.
“Tahun ini kita anggarakan Rp56 triliun untuk sarana pelabuhan, 60 persen di antaranya dikucurkan untuk KTI,” ungkapnya seusai peresmian dermaga kapal negara di Pelabuhan Paotere, Selasa (4/3/2014).
Dia menjelaskan, sesuai dengan rencana Dirjen Perhubungan Laut, pertambahan dermaga setiap tahun diupayakan mencapai 10 persen. Oleh karena itu, dalam program MP3EI dicanangkan perbaikan atau pembangunan sekitar 1.324 pelabuhan di Indonesia yang akan diimplementasikan hingga 2025.
“Khusus untuk Pelabuhan Garongkong yang dipersiapkan menjadi penyangga Pelabuhan Makassar, market sounding akan dilakukan tahun depan dengan menggandeng investor swasta nasional,” jelasnya.
Dari segi konektivitas, pelabuhan ini diproyeksikan terintegrasi dengan arteri nasional yang melintasi pelabuhan Panciran, Jawa Timur dan pelabuhan di kalimanatan Timur. Saat ini, Pelabuhan Garongkong telah terhubung dengan Pelabuhan Batu Licin Kalimantan Selatan, terkhusus angkutan ferry.
Sementara itu, untuk pelabuhan Takalar sebagai terminal penumpang juga terus diupayakan. Menurut dia, pelabuhan penumpang idealnya memang harus terpisah dengan terminal barang dan peti kemas untuk menghindari kesemrawutan.
“Kawasan Timur Indonesia harus memiliki terminal penumpang misalnya untuk kapal pesiar sehingga bisa lebih mengcover destinasi wisata di daerah bersangkutan," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :