IHSG berpeluang lanjutkan penguatan
Rabu, 05 Maret 2014 - 08:29 WIB
IHSG berpeluang lanjutkan penguatan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunggu sentimen yang cukup kuat untuk menghalau serbuan aksi ambil untung yang telah menggerus IHSG pada perdagangan sebelumnya.
"Pada perdagangan Rabu IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.558-4.580 dan resisten 4.610-4.615. Bila laju bursa saham global dan rilis data-data Asia cukup baik, maka minimal dapat terjadi penguatan meski tipis, namun tetap mewaspadai potensi downreversal karena masih adanya aksi profit taking," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (5/2/2014).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat berada di kisaran target support 4.555-4.572, namun berakhir melampaui target resisten 4.592-4.594, maka seharusnya dapat memberikan peluang rebound.
"Seperti yang disampaikan sebelumnya dimana utang gap 4.575-4.579 telah dilunasi, namun peluang untuk rebound dapat tertahan bila sentimen dari laju bursa saham global tidak mendukung, sehingga tetap mewaspadai potensi downreversal lanjutan," kata dia.
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, di awal sesi memang sempat masih terjadi koreksi setelah pelaku pasar merespon pelemahan laju bursa saham AS, terutama setelah AS masuk dalam pusaran peningkatan tensi politik di Ukraina.
Meski tidak berhubungan secara langsung, namun kondisi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan profit taking. Kondisi berbalik positif bertahap di sesi kedua setelah pelaku pasar melihat kembali menghijaunya HSI dan Nikkei, terutama dengan kembali turunnya nilai tukar yen.
Sentimen tersebut juga dimanfaatkan untuk kembali memburu saham-saham yang telah melemah sebelumnya meski asing tercatat nett sell.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.602,20 jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.568,66 di pertengahan sesi 1 dan berakhir di level 4.601,28.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing masih mencatatkan nett sell dengan penurunn nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia kembali variatif, di mana bursa saham China terkoreksi, sehingga menghambat kenaikan pasca pelaku pasar memilih untuk menahan diri jelang pertemuan tahunan National People’s Congress.
Di sisi lain, HSI dan Nikkei mampu berbalik arah positif setelah laju nilai tukar yen mengalami pelemahan pasca tersiar berita pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang meminta militernya untuk mengakhiri kegiatan di Ukraina. Rendahnya inflasi Korea Selatan dan data-data Australia yang cukup kondusif masih direspon positif meski tipis.
"Pada perdagangan Rabu IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.558-4.580 dan resisten 4.610-4.615. Bila laju bursa saham global dan rilis data-data Asia cukup baik, maka minimal dapat terjadi penguatan meski tipis, namun tetap mewaspadai potensi downreversal karena masih adanya aksi profit taking," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (5/2/2014).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat berada di kisaran target support 4.555-4.572, namun berakhir melampaui target resisten 4.592-4.594, maka seharusnya dapat memberikan peluang rebound.
"Seperti yang disampaikan sebelumnya dimana utang gap 4.575-4.579 telah dilunasi, namun peluang untuk rebound dapat tertahan bila sentimen dari laju bursa saham global tidak mendukung, sehingga tetap mewaspadai potensi downreversal lanjutan," kata dia.
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, di awal sesi memang sempat masih terjadi koreksi setelah pelaku pasar merespon pelemahan laju bursa saham AS, terutama setelah AS masuk dalam pusaran peningkatan tensi politik di Ukraina.
Meski tidak berhubungan secara langsung, namun kondisi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan profit taking. Kondisi berbalik positif bertahap di sesi kedua setelah pelaku pasar melihat kembali menghijaunya HSI dan Nikkei, terutama dengan kembali turunnya nilai tukar yen.
Sentimen tersebut juga dimanfaatkan untuk kembali memburu saham-saham yang telah melemah sebelumnya meski asing tercatat nett sell.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.602,20 jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.568,66 di pertengahan sesi 1 dan berakhir di level 4.601,28.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing masih mencatatkan nett sell dengan penurunn nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia kembali variatif, di mana bursa saham China terkoreksi, sehingga menghambat kenaikan pasca pelaku pasar memilih untuk menahan diri jelang pertemuan tahunan National People’s Congress.
Di sisi lain, HSI dan Nikkei mampu berbalik arah positif setelah laju nilai tukar yen mengalami pelemahan pasca tersiar berita pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang meminta militernya untuk mengakhiri kegiatan di Ukraina. Rendahnya inflasi Korea Selatan dan data-data Australia yang cukup kondusif masih direspon positif meski tipis.
(rna)
Lihat Juga :