Rupiah diprediksi terdepresiasi

Rabu, 05 Maret 2014 - 09:09 WIB
Rupiah diprediksi terdepresiasi
Rupiah diprediksi terdepresiasi
A A A
Sindonews.com - Rupiah tampaknya harus menahan diri sementara lantaran diserang panic buying USD oleh investor yang berburu dolar mata uang save heaven menyusul konflik di Ukraina.

"Keingingan rupiah untuk dapat menguat pun kandas dengan aksi beli pelaku pasar terhadap USD. Laju rupiah melewati level support Rp11.618 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.667-11.620 per USD mengacu kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (5/3/2014).

Pelemahan rupiah, lanjut Reza, juga didukung terdepresiasinya laju yen dan dolar Australia setelah RBA menyatakan masih perlunya menjaga tingkat pinjaman dengan pelemahan dolar Australia.

Pelaku pasar sempat merespon negatif ketegangan yang terjadi di Ukraina. Ketegangan tersebut membuat pelaku pasar beralih pada mata uang save heaven, yakni USD.

"Meski, sempat beredar adanya penarikan sebagian militer Rusia di daerah Ukraina, namun pelaku pasar masih mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di Ukraina, termasuk bila Rusia kembali menempatkan militernya," pungkas dia.

Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.647 per USD atau melemah 51 poin dibanding penutupan Senin (3/3/2014) di level Rp11.596 per USD.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.597 per USD. Posisi ini terdepresiasi 5 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.592 per USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
1 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
1 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
3 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
5 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
7 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
8 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved