Pefindo pangkas peringkat PTPN III jadi A+
Rabu, 05 Maret 2014 - 10:47 WIB
Pefindo pangkas peringkat PTPN III jadi A+
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III menjadi idA+ dari idAA-, dengan prospek stabil.
Di samping itu, Pefindo juga menurunkan peringkat medium term notes (MTN) seri B/2010 perseroan senilai Rp55 miliar dan MTN/2011 senilai Rp200 miliar menjadi idA+ dari sebelumnya idAA-.
Analis Pefindo Mega Nugroho mengatakan, penurunan peringkat tersebut mencerminkan melemahnya struktur permodalan dan proteksi arus kas perusahaan akibat menurunnya profitabilitas secara signifikan.
"Meski begitu, peringkat tersebut mencerminkan profil perkebunan yang baik, permintaan domestik yang stabil untuk kelapa sawit dan likuiditas yang memadai," kata dia dalam rilisnya, Rabu (5/3/2014).
Kendati demikian, dia menuturkan, peringkat dibatasi struktur permodalan yang moderat, resiko dari rencana ekspansi bisnis baru PTPN dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas global maupun cuaca yang tidak menguntungkan.
Sekedar informasi, PTPN III merupakan BUMN yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet. Areal perkebunan PTPN III seluas 161.317 hektar (ha) di Sumatera Utara.
PTPN III memiliki fasilitas produksi, seperti 11 pabrik minyak sawit, dengan total kapasitas 500 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Selain itu, delapan pabrik karet, dengan total kapasitas 200 ton per hari dan satu pabrik sawit berkapasitas 400 ton per hari.
Di samping itu, Pefindo juga menegaskan peringkat idA untuk PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari), dengan prospek stabil. Peringkat serupa juga ditegaskan untuk Obligasi VI/2010 yang masih beredar senilai Rp500 miliar.
Pefindo juga menegaskan peringkat idA(sy) untuk Sukuk Mudharabah I/2010 yang belum jatuh tempo sebesar Rp100 miliar dan peringkat idA- atas Obligasi Subordinasi I/2010 dan Obligasi Subordinasi II/2012, yang masing-masing sebesar Rp81 miliar dan Rp225 miliar.
Analis Pefindo lainnya, Putri Amanda mengatakan bahwa peringkat itu mencerminkan pasar captive bank di provinsi Sumatera Utara tersebut dan bisnis bank yang memberikan marjin tinggi di segmen kredit konsumer.
"Namun, peringkat itu dibatasi tingginya nonperforming loan (NPL) bank dan segmen produktif serta sumber pendanaan yang terkonsentrasi," ujar dia.
Di samping itu, Pefindo juga menurunkan peringkat medium term notes (MTN) seri B/2010 perseroan senilai Rp55 miliar dan MTN/2011 senilai Rp200 miliar menjadi idA+ dari sebelumnya idAA-.
Analis Pefindo Mega Nugroho mengatakan, penurunan peringkat tersebut mencerminkan melemahnya struktur permodalan dan proteksi arus kas perusahaan akibat menurunnya profitabilitas secara signifikan.
"Meski begitu, peringkat tersebut mencerminkan profil perkebunan yang baik, permintaan domestik yang stabil untuk kelapa sawit dan likuiditas yang memadai," kata dia dalam rilisnya, Rabu (5/3/2014).
Kendati demikian, dia menuturkan, peringkat dibatasi struktur permodalan yang moderat, resiko dari rencana ekspansi bisnis baru PTPN dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas global maupun cuaca yang tidak menguntungkan.
Sekedar informasi, PTPN III merupakan BUMN yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet. Areal perkebunan PTPN III seluas 161.317 hektar (ha) di Sumatera Utara.
PTPN III memiliki fasilitas produksi, seperti 11 pabrik minyak sawit, dengan total kapasitas 500 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Selain itu, delapan pabrik karet, dengan total kapasitas 200 ton per hari dan satu pabrik sawit berkapasitas 400 ton per hari.
Di samping itu, Pefindo juga menegaskan peringkat idA untuk PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari), dengan prospek stabil. Peringkat serupa juga ditegaskan untuk Obligasi VI/2010 yang masih beredar senilai Rp500 miliar.
Pefindo juga menegaskan peringkat idA(sy) untuk Sukuk Mudharabah I/2010 yang belum jatuh tempo sebesar Rp100 miliar dan peringkat idA- atas Obligasi Subordinasi I/2010 dan Obligasi Subordinasi II/2012, yang masing-masing sebesar Rp81 miliar dan Rp225 miliar.
Analis Pefindo lainnya, Putri Amanda mengatakan bahwa peringkat itu mencerminkan pasar captive bank di provinsi Sumatera Utara tersebut dan bisnis bank yang memberikan marjin tinggi di segmen kredit konsumer.
"Namun, peringkat itu dibatasi tingginya nonperforming loan (NPL) bank dan segmen produktif serta sumber pendanaan yang terkonsentrasi," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :