BCA catat pertumbuhan laba bersih 22% di 2013
Rabu, 05 Maret 2014 - 16:32 WIB
BCA catat pertumbuhan laba bersih 22% di 2013
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 22 persen menjadi Rp14,3 triliun pada tahun 2013 dibanding tahun 2012 sebesar Rp11,7 triliun.
Naiknya laba bersih perusahaan didukung pendapatan bunga bersih juga meningkat sebesar 24,4 persen menjadi Rp26,4 triliun. Naiknya pendapayan ditopang oleh yield aset produktif yang lebi h tinggi dan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.
"Pada tahun yang diwarnai dengan tren positif yang berkelanjutan dalam situasi ekonomi dan bisnis tidak menentu, saya melaporkan bahwa BCA berhasil membukukan hasil kinerja operasional dan keuangan yang kokoh," kata Direktur Utama BBCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Kempinski Hotel, Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Jahja mengatakan, berkaitan dengan prestasi tersebut, perseroan juga berhasil mencatatkan marjin bunga bersih (NIM) naik sebesar 60 bps menjadi 6,2 persen di 2013 dari 5,6 persen di tahun 2012.
Pada saat yang sama, pendapatan operasional lainnya tumbuh 14,4 persen menjadi Rp7,3 triliun didukung oleh kenaikan pendapatan provisi dan komisi sebesar 15,7 persen.
"Pendapatan operasional meningkat 22,1 persen menjadi Rp33,7 triliun di tahun 2013 dari Rp27,6 triliun di tahun 2012," ujar dia.
Menurut dia, kuatnya profitabilitas telah mendukung pertumbuhan modal yang kokoh dengan rasio kedukupan modal meningkat menjadi 15,7 persen di 2013 dari 14,2 persen di 2012.
Naiknya laba bersih perusahaan didukung pendapatan bunga bersih juga meningkat sebesar 24,4 persen menjadi Rp26,4 triliun. Naiknya pendapayan ditopang oleh yield aset produktif yang lebi h tinggi dan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.
"Pada tahun yang diwarnai dengan tren positif yang berkelanjutan dalam situasi ekonomi dan bisnis tidak menentu, saya melaporkan bahwa BCA berhasil membukukan hasil kinerja operasional dan keuangan yang kokoh," kata Direktur Utama BBCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Kempinski Hotel, Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Jahja mengatakan, berkaitan dengan prestasi tersebut, perseroan juga berhasil mencatatkan marjin bunga bersih (NIM) naik sebesar 60 bps menjadi 6,2 persen di 2013 dari 5,6 persen di tahun 2012.
Pada saat yang sama, pendapatan operasional lainnya tumbuh 14,4 persen menjadi Rp7,3 triliun didukung oleh kenaikan pendapatan provisi dan komisi sebesar 15,7 persen.
"Pendapatan operasional meningkat 22,1 persen menjadi Rp33,7 triliun di tahun 2013 dari Rp27,6 triliun di tahun 2012," ujar dia.
Menurut dia, kuatnya profitabilitas telah mendukung pertumbuhan modal yang kokoh dengan rasio kedukupan modal meningkat menjadi 15,7 persen di 2013 dari 14,2 persen di 2012.
(rna)
Lihat Juga :