BI: Transaksi e-money Rp5,4 M/hari
Rabu, 05 Maret 2014 - 18:06 WIB
BI: Transaksi e-money Rp5,4 M/hari
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Rosmaya Hadi berharap, perkembangan e-money (uang elektronik) bisa lebih cepat.
Dia menuturkan, pada awal penggunaannya banyak masyarakat yang mengeluhkan e-money. Namun, saat ini sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Bahkan penggunaannya di Indonesia terus bertambah.
"Penggunaan e-money dari sisi nominal per Januari mencapai Rp5,4 milair per hari dengan volume mencapai 375.432 transaksi. Perkembangannya dibanding 2010 naik 369 persen," kata dia saat mengunjungi Koran Sindo di Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Pihaknya mengakui, masyarakat Indonesia belum terbiasa menggunakan e-money. Bahkan, cenderung diberi contoh terlebih dahulu sebelum menggunakannya. "Masyarakat kita memang harus dicontoh dulu," ujarnya.
Bahkan, lanjut dia, saat ini masyarakat merasa keren ketika menggunakan e-money. Karena itu, BI terus berupaya memasukkan e-money sebagai alat transportasi. "Misalnya di kerata api ada kartu komet. Sekarang keren juga punya komet, tapi kita harus bertahap," kata dia.
Deputi Gubernur BI Bidang Sistem Pembayaran dan Pengawasan Bank, Ronald Waas mengatakan, e-money ini bersifat publik. Bahkan, dari sisi ekonomi penggunaan e-money jauh lebih baik. "Dari BI juga lebih menguntungkan," kata dia.
Dia menuturkan, pada awal penggunaannya banyak masyarakat yang mengeluhkan e-money. Namun, saat ini sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Bahkan penggunaannya di Indonesia terus bertambah.
"Penggunaan e-money dari sisi nominal per Januari mencapai Rp5,4 milair per hari dengan volume mencapai 375.432 transaksi. Perkembangannya dibanding 2010 naik 369 persen," kata dia saat mengunjungi Koran Sindo di Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Pihaknya mengakui, masyarakat Indonesia belum terbiasa menggunakan e-money. Bahkan, cenderung diberi contoh terlebih dahulu sebelum menggunakannya. "Masyarakat kita memang harus dicontoh dulu," ujarnya.
Bahkan, lanjut dia, saat ini masyarakat merasa keren ketika menggunakan e-money. Karena itu, BI terus berupaya memasukkan e-money sebagai alat transportasi. "Misalnya di kerata api ada kartu komet. Sekarang keren juga punya komet, tapi kita harus bertahap," kata dia.
Deputi Gubernur BI Bidang Sistem Pembayaran dan Pengawasan Bank, Ronald Waas mengatakan, e-money ini bersifat publik. Bahkan, dari sisi ekonomi penggunaan e-money jauh lebih baik. "Dari BI juga lebih menguntungkan," kata dia.
(izz)
Lihat Juga :