Tahun ini RNI bidik omzet penjualan Rp6,5 T
Rabu, 05 Maret 2014 - 18:32 WIB
Tahun ini RNI bidik omzet penjualan Rp6,5 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sepanjang tahun ini membidik omzet penjualan sebesar Rp6,5 triliun, meningkat 15 persen dibandingkan capaian tahun lalu. Target tersebut diperoleh perseroan dari 14 anak usaha yang dimilikinya.
Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro mengatakan, perseroan masih akan fokus mengembangkan main business yaitu agro industri seperti produksi gula, hasil perkebunan, maupun kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Dari capaian pendapatan tahun lalu memang sebagian besar atau 70 persen berasal dari agro industri.
“Untuk target 2014, kami yakin bisa mencapai laba bersih di angka Rp150 miliar, dengan laba kotor Rp450 miliar. Untuk penjualan diharapkan berada di angka Rp6,5 triliun atau meningkat 15 persen,” kata Ismed saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Target pendapatan tersebut, menurut Ismed, didukung dari produksi sejumlah produk kesehatan, trading dengan jaringan distribusi di 40 kota dan kabupaten dan terakhir hasil produksi CPO terbaru RNI yaitu berupa minyak goreng.
Sepanjang tahun ini, RNI akan menambah kapasitas minyak kelapa sawit menjadi 80.000 hektar (ha) lahan CPO di Sumatra Selatan dan akan menambah dari tiga menjadi empat pabrik CPO.
Perseroan siap mengembangkan produk CPO dari hulu ke hilir dalam bentuk minyak goreng, sehingga bisa di ekspor ke Vietnam. Untuk kapasitas produksi gula tahun ini diharapkan mencapai 160.000 ton dari 10 pabrik yang dimiliki.
“Jumlahnya memang meningkat, karena tahun lalu kami hanya memiliki pangsa pasar 17,5 persen dari total kapasitas produksi gula nasional sebesar 400.000 ton. Selain itu, kami juga siap meluncurkan air minum kemasan yang pabriknya berada di Padalarang, Semarang, Ungaran, Pandaan hingga Lombok,” tambahnya.
Dari 14 unit anak usaha, perseroan membaginya menjadi empat pilar, yaitu pilar pertama agro industri, perkebunan, dan pemotongan sapi. Pilar kedua pengembangan bisnis trading, distribusi serta ritel. Pilar selanjutnya farmasi dan alat kesehatan. Terakhir pilar properti, ini yang masih dalam tahap pengembangan dan baru dirikan pada tahun ini.
Direktur Utama Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro mengatakan, perseroan masih akan fokus mengembangkan main business yaitu agro industri seperti produksi gula, hasil perkebunan, maupun kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Dari capaian pendapatan tahun lalu memang sebagian besar atau 70 persen berasal dari agro industri.
“Untuk target 2014, kami yakin bisa mencapai laba bersih di angka Rp150 miliar, dengan laba kotor Rp450 miliar. Untuk penjualan diharapkan berada di angka Rp6,5 triliun atau meningkat 15 persen,” kata Ismed saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Target pendapatan tersebut, menurut Ismed, didukung dari produksi sejumlah produk kesehatan, trading dengan jaringan distribusi di 40 kota dan kabupaten dan terakhir hasil produksi CPO terbaru RNI yaitu berupa minyak goreng.
Sepanjang tahun ini, RNI akan menambah kapasitas minyak kelapa sawit menjadi 80.000 hektar (ha) lahan CPO di Sumatra Selatan dan akan menambah dari tiga menjadi empat pabrik CPO.
Perseroan siap mengembangkan produk CPO dari hulu ke hilir dalam bentuk minyak goreng, sehingga bisa di ekspor ke Vietnam. Untuk kapasitas produksi gula tahun ini diharapkan mencapai 160.000 ton dari 10 pabrik yang dimiliki.
“Jumlahnya memang meningkat, karena tahun lalu kami hanya memiliki pangsa pasar 17,5 persen dari total kapasitas produksi gula nasional sebesar 400.000 ton. Selain itu, kami juga siap meluncurkan air minum kemasan yang pabriknya berada di Padalarang, Semarang, Ungaran, Pandaan hingga Lombok,” tambahnya.
Dari 14 unit anak usaha, perseroan membaginya menjadi empat pilar, yaitu pilar pertama agro industri, perkebunan, dan pemotongan sapi. Pilar kedua pengembangan bisnis trading, distribusi serta ritel. Pilar selanjutnya farmasi dan alat kesehatan. Terakhir pilar properti, ini yang masih dalam tahap pengembangan dan baru dirikan pada tahun ini.
(gpr)
Lihat Juga :