BBCA kendalikan penyaluran kredit 2014
Rabu, 05 Maret 2014 - 18:34 WIB
BBCA kendalikan penyaluran kredit 2014
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana menekan pertumbuhan kredit 2014 untuk menghalau dampak kenaikan suku bunga yang cukup tinggi dan kondisi pasar yang tengah bergejolak saat ini.
"Jika melihat kondisi ekonomi saat ini, BCA lebih berhati-hati dalam memberikan penyaluran kredit. Awal tahun ini kredit kita proyeksikan tidak terlalu fantastis. Pertumbuhan kredit 2014 kita hanya targetkan 13-15 persen," kata Direktur Utama BBCA, Jahja Setiaatmadja di Kempinski Hotel, Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Hal ini, kata dia, juga dimaksudkan untuk menjaga rasio pertumbuhan. Sehingga potensi over heating bisa dihindari dan target pertumbuhan berkesinambungan dapat tercapai. "Jangan sampai overheating nanti," imbuhnya.
Jahja menjelaskan, BBCA sendiri mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) tetap berada pada level yang cukup rendah di 0,4 persen dengan rasio cadangan yang memadai sebesar 408,7 persen per Desember 2013.
Portofolio kredit BCA terdiversifikasi dengan komposisi kredit korporasi sebesar 33,0 persen. Sedangkan komposisi kredit komersial dan UKM dan kredit konsumer masing-masing sebesar 39,2 persen dan 27,8 persen.
Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) meningkat menjadi 75,4 persen di 2013 dari 68,6 persen di 2012. Kredit korporasi tercatat sebesar Rp103,1 triliun, naik 21,5 persen year on year, sedangkan kredit komersial dan UKM meningkat 18,8 persen menjadi Rp122,3 triliun. Kredit konsumer mencapai Rp87,0 triliun di 2013 meningkat 26,2 persen dari 2012.
"Ditopang pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), portofolio KPR tumbuh 26,7 persen dari Rp41,8 triliun menjadi Rp52,9 triliun. Sementara KKB naik 28 persen dari Rp20,7 triliun jadi Rp26,6 triliun," pungkas dia.
"Jika melihat kondisi ekonomi saat ini, BCA lebih berhati-hati dalam memberikan penyaluran kredit. Awal tahun ini kredit kita proyeksikan tidak terlalu fantastis. Pertumbuhan kredit 2014 kita hanya targetkan 13-15 persen," kata Direktur Utama BBCA, Jahja Setiaatmadja di Kempinski Hotel, Jakarta, Rabu (5/3/2014).
Hal ini, kata dia, juga dimaksudkan untuk menjaga rasio pertumbuhan. Sehingga potensi over heating bisa dihindari dan target pertumbuhan berkesinambungan dapat tercapai. "Jangan sampai overheating nanti," imbuhnya.
Jahja menjelaskan, BBCA sendiri mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) tetap berada pada level yang cukup rendah di 0,4 persen dengan rasio cadangan yang memadai sebesar 408,7 persen per Desember 2013.
Portofolio kredit BCA terdiversifikasi dengan komposisi kredit korporasi sebesar 33,0 persen. Sedangkan komposisi kredit komersial dan UKM dan kredit konsumer masing-masing sebesar 39,2 persen dan 27,8 persen.
Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) meningkat menjadi 75,4 persen di 2013 dari 68,6 persen di 2012. Kredit korporasi tercatat sebesar Rp103,1 triliun, naik 21,5 persen year on year, sedangkan kredit komersial dan UKM meningkat 18,8 persen menjadi Rp122,3 triliun. Kredit konsumer mencapai Rp87,0 triliun di 2013 meningkat 26,2 persen dari 2012.
"Ditopang pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), portofolio KPR tumbuh 26,7 persen dari Rp41,8 triliun menjadi Rp52,9 triliun. Sementara KKB naik 28 persen dari Rp20,7 triliun jadi Rp26,6 triliun," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :