Rupiah diprediksi kembali terapresiasi
Kamis, 06 Maret 2014 - 08:24 WIB
Rupiah diprediksi kembali terapresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Positifnya sentimen yang berkembang sejak perdagangan kemarin, berpotensi akan berlanjut. Sehingga diharapkan akan mendorong nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini.
"Laju rupiah melewati level resisten Rp11.620 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.620-11.562 (kurs tengah BI)," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (6/3/2014).
Pada perdagangan kemarin, laju nilai tukar rupiah kembali menguat. Bahkan, lebih tinggi dari pencapaian di awal pekan setelah dipicu kembali meningkatnya aksi beli pelaku pasar terhadap aset-aset berisiko, termasuk rupiah.
Aksi beli ini dengan memanfaatkan penilaian meredanya potensi konflik yang terjadi di perbatasan Ukraina dan Rusia. "Militer Rusia mendapat perintah untuk menarik mundur pasukannya," kata dia.
Di sisi lain, kenaikan rupiah juga didukung terparesiasinya AUD pasca dirilis data-data Australia. Terutama GDP yang mengalami kenaikan," pungkas Reza.
"Laju rupiah melewati level resisten Rp11.620 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.620-11.562 (kurs tengah BI)," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (6/3/2014).
Pada perdagangan kemarin, laju nilai tukar rupiah kembali menguat. Bahkan, lebih tinggi dari pencapaian di awal pekan setelah dipicu kembali meningkatnya aksi beli pelaku pasar terhadap aset-aset berisiko, termasuk rupiah.
Aksi beli ini dengan memanfaatkan penilaian meredanya potensi konflik yang terjadi di perbatasan Ukraina dan Rusia. "Militer Rusia mendapat perintah untuk menarik mundur pasukannya," kata dia.
Di sisi lain, kenaikan rupiah juga didukung terparesiasinya AUD pasca dirilis data-data Australia. Terutama GDP yang mengalami kenaikan," pungkas Reza.
(izz)