IHSG terancam aksi profit taking
Kamis, 06 Maret 2014 - 08:37 WIB
IHSG terancam aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih diwarnai aksi profit taking. Ini sebagai sinyal tanda bahaya peluang terjadinya pelemahan, meskipun data ekonomi yang ada justru memberikan tren positif.
"Pada perdagangan Kamis (6/3/2014), IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.618-4.627 dan resisten 4.665-4.672. Potensi kenaikan berlanjut dapat terjadi jika didukung pergerakan bursa saham global yang dapat positif. Jika tidak, maka tetap mewaspadai potensi downreversal terlibas aksi profit taking. Apalagi juga terdapat utang gap baru," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (6/3/2014).
Pada perdagangan kemarin, positifnya laju bursa saham AS memberikan imbas penguatan pada bursa saham Asia, termasuk IHSG. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut dan kembali antusias menanggapinya serta kembali aktif melakukan transaksi.
Apalagi, sehari sebelumnya laju IHSG bisa kembali positif. Di mana sebelumnya diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya, sehingga memberikan imbas positif.
Namun, disadari atau tidak penguatan kali ini hampir sama seperti akhir Februari. Di mana membentuk utang gap 4.575-4.579 yang telah dilunasi pada awal pekan ini. Kali ini terbentuk utang gap 4.602-4.621.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.659,17 (level tertingginya) jelang akhir sesi II dan menyentuh level 4.621,04 (level terendahnya) di awal sesi I dan berakhir di level 4.659,17. "IHSG bertahan di kisaran target resisten (4.555-4.572)," imbuhnya.
Sementara, volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing masih mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, rilis kenaikan data GDP dan AIG services index Australia yang dibarengi dengan penilaian akan meredanya ketegangan di wilayah perbatasan Ukraina dan Rusia memberikan imbas positif.
Apalagi, kata Reza, ditambah dengan kembali melemahnya nilai tukar Yen turut memberikan sentimen positif, terutama pada Nikkei. Meski rilis HSCB services PMI dan manufacturing index tercatat naik namun, bursa sahamnya masih melemah karena berita hasil sementara pertemuan tahunan National People's Congress yang kurang memberikan semangat, terutama mengenai pertumbuhan ekonominya.
Rilis variatif indeks PMI zona Euro, di mana markit services PMI Spanyol dan Prancis tercatat turun sementara markit services PMI Italia, Jerman, dan Zona Euro yang mengalami kenaikan memberikan kegalauan pada pelaku pasar. Sehingga laju bursa saham Eropa masih variatif hingga kini.
Meski sebelumnya sempat direspon negatif dengan ikut campurnya AS dalam tensi politik di Ukraina, namun dengan adanya pernyataan dari Presiden Putin tersebut membuat laju bursa saham AS kembali rebound.
Pelaku pasar segera kembali masuk untuk memburu saham-saham yang telah melemah sebelumnya. Meski diliris penurunan chain stores sales, redbook, ISM New York Index, dan economic optimism namun, tidak terlalu ditanggapi negatif.
"Pada perdagangan Kamis (6/3/2014), IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.618-4.627 dan resisten 4.665-4.672. Potensi kenaikan berlanjut dapat terjadi jika didukung pergerakan bursa saham global yang dapat positif. Jika tidak, maka tetap mewaspadai potensi downreversal terlibas aksi profit taking. Apalagi juga terdapat utang gap baru," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Kamis (6/3/2014).
Pada perdagangan kemarin, positifnya laju bursa saham AS memberikan imbas penguatan pada bursa saham Asia, termasuk IHSG. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut dan kembali antusias menanggapinya serta kembali aktif melakukan transaksi.
Apalagi, sehari sebelumnya laju IHSG bisa kembali positif. Di mana sebelumnya diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya, sehingga memberikan imbas positif.
Namun, disadari atau tidak penguatan kali ini hampir sama seperti akhir Februari. Di mana membentuk utang gap 4.575-4.579 yang telah dilunasi pada awal pekan ini. Kali ini terbentuk utang gap 4.602-4.621.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.659,17 (level tertingginya) jelang akhir sesi II dan menyentuh level 4.621,04 (level terendahnya) di awal sesi I dan berakhir di level 4.659,17. "IHSG bertahan di kisaran target resisten (4.555-4.572)," imbuhnya.
Sementara, volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing masih mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, rilis kenaikan data GDP dan AIG services index Australia yang dibarengi dengan penilaian akan meredanya ketegangan di wilayah perbatasan Ukraina dan Rusia memberikan imbas positif.
Apalagi, kata Reza, ditambah dengan kembali melemahnya nilai tukar Yen turut memberikan sentimen positif, terutama pada Nikkei. Meski rilis HSCB services PMI dan manufacturing index tercatat naik namun, bursa sahamnya masih melemah karena berita hasil sementara pertemuan tahunan National People's Congress yang kurang memberikan semangat, terutama mengenai pertumbuhan ekonominya.
Rilis variatif indeks PMI zona Euro, di mana markit services PMI Spanyol dan Prancis tercatat turun sementara markit services PMI Italia, Jerman, dan Zona Euro yang mengalami kenaikan memberikan kegalauan pada pelaku pasar. Sehingga laju bursa saham Eropa masih variatif hingga kini.
Meski sebelumnya sempat direspon negatif dengan ikut campurnya AS dalam tensi politik di Ukraina, namun dengan adanya pernyataan dari Presiden Putin tersebut membuat laju bursa saham AS kembali rebound.
Pelaku pasar segera kembali masuk untuk memburu saham-saham yang telah melemah sebelumnya. Meski diliris penurunan chain stores sales, redbook, ISM New York Index, dan economic optimism namun, tidak terlalu ditanggapi negatif.
(izz)
Lihat Juga :