Mandiri Makassar gaet BPR tingkatkan fee based income
Jum'at, 07 Maret 2014 - 10:55 WIB
Mandiri Makassar gaet BPR tingkatkan fee based income
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Mandiri Wilayah X Makassar berusaha memaksimalkan kontribusi pendapatan berbasis biaya atau fee based income untuk menopang bisnis saat perlambatan ekonomi terjadi.
Kepala Kantor Bank Mandiri Wilayah X Makassar, Purnomo C Akoso mengatakan, meski saat ini kontribusi fee based income relatif masih kecil, namun pertumbuhannya cukup meyakinkan.
"Pada 2013 pendapatan kita dari fee based income untuk Wilayah X mencapai Rp296,403 miliar meningkat 17 persen dibanding 2012 yang hanya Rp252,5 miliar," katanya, Jumat (7/3/2014))ungkapnya.
Sementara, pendapatan terbesar diperoleh dari administrasi deposit atau biaya pengelolaan rekening bank yang mencapai Rp88,9 miliar, ATM sebesar Rp37 miliar, EDC mencapai Rp15 miliar, dan kartu debit Rp13,6 miliar.
Pihaknya optimis pada 2014, fee based income Bank Mandiri akan tumbuh tinggi hingga 30 persen. Untuk mencapai perolehan tersebut, pihaknya akan memaksimalkan program lingkage atau kerja sama dengan BPR untuk penyaluran kredit.
"Cara ini cukup jitu, sebab risikonya yang tidak tinggi tapi memiliki imbal hasil yang bagus," ujarnya.
Saat ini, bank pelat merah tersebut telah menggandeng 16 BPR dari 112 BPR yang ada di wilayah X meliputi Pulau Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara dengan penyaluran kredit Rp112 miliar. Sementara di Sulsel telah bekerja sama dengan empat BPR dengan penyaluran Rp80 miliar.
"Besaran anggaran yang dikucurkan tergantung kebutuhan BPR nya. Untuk Makassar yang terbesar masih dikelola oleh Hasamitra," pungkas dia.
Kepala Kantor Bank Mandiri Wilayah X Makassar, Purnomo C Akoso mengatakan, meski saat ini kontribusi fee based income relatif masih kecil, namun pertumbuhannya cukup meyakinkan.
"Pada 2013 pendapatan kita dari fee based income untuk Wilayah X mencapai Rp296,403 miliar meningkat 17 persen dibanding 2012 yang hanya Rp252,5 miliar," katanya, Jumat (7/3/2014))ungkapnya.
Sementara, pendapatan terbesar diperoleh dari administrasi deposit atau biaya pengelolaan rekening bank yang mencapai Rp88,9 miliar, ATM sebesar Rp37 miliar, EDC mencapai Rp15 miliar, dan kartu debit Rp13,6 miliar.
Pihaknya optimis pada 2014, fee based income Bank Mandiri akan tumbuh tinggi hingga 30 persen. Untuk mencapai perolehan tersebut, pihaknya akan memaksimalkan program lingkage atau kerja sama dengan BPR untuk penyaluran kredit.
"Cara ini cukup jitu, sebab risikonya yang tidak tinggi tapi memiliki imbal hasil yang bagus," ujarnya.
Saat ini, bank pelat merah tersebut telah menggandeng 16 BPR dari 112 BPR yang ada di wilayah X meliputi Pulau Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara dengan penyaluran kredit Rp112 miliar. Sementara di Sulsel telah bekerja sama dengan empat BPR dengan penyaluran Rp80 miliar.
"Besaran anggaran yang dikucurkan tergantung kebutuhan BPR nya. Untuk Makassar yang terbesar masih dikelola oleh Hasamitra," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :