Ini syarat agar pendapatan per kapita Sulsel Rp31 juta

Jum'at, 07 Maret 2014 - 15:59 WIB
Ini syarat agar pendapatan...
Ini syarat agar pendapatan per kapita Sulsel Rp31 juta
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selasata (Sulsel) harus mengupayakan menciptakan pusat pertumbuhan kota baru, agar target pendapatan per kapita 2018 sebesar Rp31 juta dapat terealisasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Regional I Sulawesi Papua Maluku (Sulampua), Suhaedi mengatakan, target Pemprov Sulsel untuk mencapai pendapatan per kapita tersebut, hanya akan dicapai jika daerah ini tumbuh dalam kisaran 8,4-8,7 persen.

Sementara, perekonomian Sulsel pada 2013 hanya tumbuh 7,65 persen (yoy) dengan pendapatan per kapita saat ini sebesar Rp22,15 juta atau USD2.108,79. Di mana kutub pertumbuhan (pole growth) masih ditopang oleh tiga kota yakni Makassar dengan besaran 33,1 persen, Kota Bone dengan 6,8 persen dan Kabupaten Luwu Timur 6,7 persen.

"Menurut definisi dari World Bank, Sulsel termasuk daerah berpendapatan menengah (middle income). Karena itu, jika ingin tumbuh dalam kisaran 8,4-8,7 persen, perlu menciptakan pusat pertumbuhan di kota-kota lain," ungkapnya.

Dia mengatakan, pada 2014 Sulsel diperkirakan tumbuh pada level 7,0- 8,0 persen (yoy), di mana pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada penyelesaian proyek-proyek infrastruktur baik oleh pemerintah dan perdagangan dengan luar negeri.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel, Andi Bakti Haruni mengatakan, Pemprov Sulsel saat ini tengah merancang pembangunan kota baru Patalassang Moncong Loe seluas 3.500 hektare, sebagai penyangga strategis Kota Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).

Pengerjaan infrastruktur kota baru tersebut seperti jalan dan penyediaan sarana air bersih akan dikerjakan tahun depan dengan menggunakan skema kerja sama pemerintah swasta. Kota baru tersebut juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas umum seperti terminal, pasar dan kantor pelayanan serta infrastruktur penunjang lainnya.

"Kota baru tersebut akan mampu menampung hingga 300 ribu jiwa yang mampu mengurangi kepadatan di Kawasan Mamminasata terkhusus Kota Makassar. Saat ini kami masih melakukan studi kelayakannya," jelas dia.

Bakti mengatakan, rencana Pemprov untuk membangunan kota baru itu diharapkan mendapat persetujuan dan dukungan dari pemerintah pusat mengingat proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Mamminasata.

Adapun Kawasan Mamminasata merupakan percontohan pengembangan tata
ruang terpadu di Indonesia yang dibentuk berdasarakan Peraturan Presiden No 55/2011.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi...
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi Utara, Mas Menteri Bawa 3G
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Olly Optimistis Ekonomi...
Olly Optimistis Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh 6% di 2021
1.550 Bumdes di Sulawesi...
1.550 Bumdes di Sulawesi Tengah Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
BPS: Jawa dan Sulawesi...
BPS: Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional
BPS Umumkan Perkembangan...
BPS Umumkan Perkembangan Ekspor-Impor Sulawesi Utara Januari 2021
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
43 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved