Dibayangi profit taking, IHSG berpotensi longsor lagi
Senin, 10 Maret 2014 - 08:24 WIB
Dibayangi profit taking, IHSG berpotensi longsor lagi
A
A
A
Sindonews.com - Sempat tercemplung di zona merah pada perdagangan akhir pekan lalu, tampak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum bertenaga untuk merangkak ke zona hijau lantaran derasnya aksi jual yang masih akan mewarnai perdagangan hari ini.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memproyeksikan, pada perdagangan Senin (10/3/2014) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.656-4.669 dan resisten 4.694-4.715.
Menurutnya, peluang IHSG mulai berkurang dengan munculnya candle merah yang dibarengi mulai banyaknya aksi profit taking.
"Meski asing masih tercatat nett buy, namun bila aksi jual lebih besar maka sentimen positif tersebut tidak akan banyak pengaruh. Tetap mewaspadai potensi downreversal," tegas dia.
Menilik lajunya pada perdagangan akhir pekan lalu terlihat, sempat variatif dan akhirnya IHSG harus puas berakhir di zona merah seiring minimnya sentimen dan cenderung diwarnai aksi profit taking yang terjadi.
Padahal di awal perdagangan pekan lalu, IHSG sempat positif merespon menghijaunya laju bursa saham AS pasca dirilisnya penurunan klaim pengangguran mingguan AS.
Penguatan selama tiga hari terakhir yang membuat IHSG menyentuh level 4.700an yang merupakan level tertinggi sepanjang tahun ini membuat IHSG rawan dilakukan aksi angkat jemuran. Di sisi lain, pencapaian 4.700an menyamai level yang pernah dicapai pada minggu ketiga September 2013 sebelum akhirnya terkoreksi.
"Pencapaian hingga saat ini pun diwarnai dengan beberapa utang gap yang belum dilunasi, sehingga akan sangat rawan terprofitisasi jika sentimen yang ada nantinya tidak mendukung penguatan lanjutan," tegas Reza.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.708,46 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.680,50 jelang preclosing dan berakhir di level 4.685,89.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing masih mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Laju bursa saham AS pada akhir pekan lalu naik tipis seiring masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap situasi di Ukraina. Apalagi akan diadakan referendum di Ukraina untuk menentukan pilihan bergabung ke Rusia atau Uni Eropa.
Di sisi lain, rilis data-data juga variatif, di mana nonfarm payrolls mengalami kenaikan, namun unemployement rate juga dirilis naik. Selain itu, juga dirilis kenaikan balance of trade meski masih negatif.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memproyeksikan, pada perdagangan Senin (10/3/2014) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.656-4.669 dan resisten 4.694-4.715.
Menurutnya, peluang IHSG mulai berkurang dengan munculnya candle merah yang dibarengi mulai banyaknya aksi profit taking.
"Meski asing masih tercatat nett buy, namun bila aksi jual lebih besar maka sentimen positif tersebut tidak akan banyak pengaruh. Tetap mewaspadai potensi downreversal," tegas dia.
Menilik lajunya pada perdagangan akhir pekan lalu terlihat, sempat variatif dan akhirnya IHSG harus puas berakhir di zona merah seiring minimnya sentimen dan cenderung diwarnai aksi profit taking yang terjadi.
Padahal di awal perdagangan pekan lalu, IHSG sempat positif merespon menghijaunya laju bursa saham AS pasca dirilisnya penurunan klaim pengangguran mingguan AS.
Penguatan selama tiga hari terakhir yang membuat IHSG menyentuh level 4.700an yang merupakan level tertinggi sepanjang tahun ini membuat IHSG rawan dilakukan aksi angkat jemuran. Di sisi lain, pencapaian 4.700an menyamai level yang pernah dicapai pada minggu ketiga September 2013 sebelum akhirnya terkoreksi.
"Pencapaian hingga saat ini pun diwarnai dengan beberapa utang gap yang belum dilunasi, sehingga akan sangat rawan terprofitisasi jika sentimen yang ada nantinya tidak mendukung penguatan lanjutan," tegas Reza.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.708,46 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.680,50 jelang preclosing dan berakhir di level 4.685,89.
Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing masih mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Laju bursa saham AS pada akhir pekan lalu naik tipis seiring masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap situasi di Ukraina. Apalagi akan diadakan referendum di Ukraina untuk menentukan pilihan bergabung ke Rusia atau Uni Eropa.
Di sisi lain, rilis data-data juga variatif, di mana nonfarm payrolls mengalami kenaikan, namun unemployement rate juga dirilis naik. Selain itu, juga dirilis kenaikan balance of trade meski masih negatif.
(rna)
Lihat Juga :