Rupiah berpotensi terapresiasi

Senin, 10 Maret 2014 - 08:41 WIB
Rupiah berpotensi terapresiasi
Rupiah berpotensi terapresiasi
A A A
Sindonews.com - Laju nilai tukar rupiah masih melanjutkan pergerakan positifnya meskipun rilis data-data Amerika Serikat, terutama data ketenagakerjaan yang positif.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, potensi menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terutama didukung positifnya sentimen yang beredar pada perdagangan awal pekan ini.

Meskipun current account dinilai masih defisit, namun pemerintah berkeyakinan dapat memperbaikinya dengan melakukan kebijakan repatriasi tersebut karena bentuknya mendorong investasi masuk ke Indonesia.

Penguatan rupiah juga didukung rilis kenaikan cadangan devisa sebesar USD2,09 miliar menjadi USD102,74 miliar. "Laju rupiah melewati level support Rp11.620 per USD. Rentang rupiah di Kisaran Rp11.463-11.374 per USD berdasarkan kurs tengah BI," kata Reza, Senin (10/3/2014).

Di sisi lain, Reza mengatakan, adanya pemberitaan terkait rencana pemerintah yang akan mengeluarkan paket kebijakan baru lanjutan dengan melakukan repatriasi memberikan sentimen positif bagi laju nilai tukar rupiah.

Kondisi tersebut berkebalikan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di mana pada perdagangan akhir pekan kemarin terlihat, sempat variatif dan akhirnya IHSG harus puas ditutup di zona merah seiring minimnya sentimen dan cenderung diwarnai aksi profit taking yang terjadi.

Padahal di awal perdagangan, IHSG sempat positif merespon menghijaunya laju bursa saham AS pasca dirilisnya penurunan klaim pengangguran mingguan AS.

Penguatan selama tiga hari terakhir yang membuat IHSG menyentuh level 4.700an yang merupakan level tertinggi sepanjang tahun ini membuat IHSG rawan dilakukan aksi angkat jemuran.

"Pencapaian hingga saat ini pun diwarnai dengan beberapa utang gap yang belum dilunasi sehingga akan sangat rawan terprofitisasi jika sentimen yang ada nantinya tidak mendukung penguatan lanjutan," tegas Reza.

Pada Jumat (7/3/2014), nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.440 per USD. Posisi ini terapresiasi 41 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.481 per USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.395 per USD atau menguat 159 poin dibanding penutupan Kamis (6/3/2014) di level Rp11.554 per USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
1 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
3 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
5 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
6 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
8 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
11 jam yang lalu
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved