BSDE bidik marketing sales Rp6 triliun

Senin, 10 Maret 2014 - 14:28 WIB
BSDE bidik marketing...
BSDE bidik marketing sales Rp6 triliun
A A A
Sindonews.com - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan perolehan marketing sales untuk 2014 hingga sebesar Rp6 triliun atau tumbuh 11 persen dibanding 2013 yang hanya berkisar Rp5,4 triliun.

"Target kita tahun ini bisa Rp6 triliun atau tumbuh 11 persen dari tahun lalu kan pendapatan kita dari marketing sales sebesar Rp5,4 triliun," ujar Direktur BSDE, Hermawan Wijaya di XXI Longue Plaza Senayan, Jakarta, Senin (10/3/2014).

Dikatakan Hermawan, di 2013 secara total perseroan sebenarnya telah mencatatkan realisasi marketing sales sebesar Rp7,3 triliun. Namun demikian, dari angka tersebut, Rp1,9 triliun-nya merupakan marketing sales yang tidak terjadi setiap tahun.

"Sebenarnya kita di 2013 berhasil Rp7,3 triliun. Tapi itu kan karena ada transaksi penjualan lahan di BSD city yang senilai Rp1,9 triliun. Itu enggak kita hitung dulu karena itu kan transaksi khusus yang tidak terjadi setiap tahun. Jadi supaya sebanding, jadi yang kita hitung yang pertumbuhan organik aja, yang Rp7,3 triliun dikurang Rp1,9 triliun, jadi di 2013 yang kita catat ada Rp5,4 triliun," papar dia.

Sementara, terkait strategi pertumbuhan marketing sales, lanjut dia, segmen komersial didaulat sebagai kontributor utama dengan target proyeksi pertumbuhan hingga 90 persen menjadi Rp2,9 triliun pada tahun ini.‬

‪"Segmen tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu pertumbuhan marketing sales 2014. Pada 2013 segmen tersebut baru berkontribusi 21 persen dari total marketing sales. Segmen tersebut akan kami dorong pertumbuhannya sebesar tiga kali lipat sehingga mampu berkontribusi sebanyak 48 persen dari total target marketing sales Rp6 triliun pada 2014," terangnya.

Dia menambahkan, komposisi antara segmen residensial dan komersial di 2014 diharapkan menjadi lebih berimbang dan memperkuat struktur model bisnis serta pendapatan perseroan.

Di mana, unit properti yang termasuk dalam segmen komersial di antaranya meliputi lahan komersial, rumah toko, perkantoran, apartemen/kondomium dan pergudangan.

Lahan komersial yang berada di kawasan BSD City, lanjut dia, diproyeksikan menjadi kontributor terbesar dengan angka penjualan Rp2,48 triliun atau 41 persen dari total segmen komersial.

"Target penjualan segmen komersial diproyeksikan tumbuh 63 persen pada tahun ini. Perseroan juga akan meluncurkan beberapa unit komersial di luar BSD City untuk memperkuat portopel proyek dan kinerja perseroan pada 2014," pungkas Hermawan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kantongi Laba Rp2,4...
Kantongi Laba Rp2,4 Triliun, BSDE Tak Bagikan Dividen
Apa Perbedaan BSD dan...
Apa Perbedaan BSD dan Serpong? Ini Penjelasannya
BSDE Optimis Booming...
BSDE Optimis Booming Komoditas Bawa Siklus Positif ke Sektor Properti
Ditopang Segmen Residensial,...
Ditopang Segmen Residensial, BSDE Raup Prapenjualan Rp2,5 Triliun
Bumi Serpong Damai Bukukan...
Bumi Serpong Damai Bukukan Pendapatan Rp7,31 Triliun di Kuartal III-2023
BNI Salurkan Pembiayaan...
BNI Salurkan Pembiayaan Supply Chain untuk Mitra Bumi Serpong Damai
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
1 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
3 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
5 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
6 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
8 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
11 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved