Newmon berharap renegosiasi tidak ada unsur pengarahan

Senin, 10 Maret 2014 - 17:45 WIB
Newmon berharap renegosiasi...
Newmon berharap renegosiasi tidak ada unsur pengarahan
A A A
Sindonews.com - Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara, Martiono Hardianto mengatakan, penandatangan kesepekatan renegosiasi kontrak karya (KK) maupun perjanjian karya pengusahaan pertambangan (PKP2B) dilakukan terhadap poin-poin yang telah disepakati pada dasarnya yang terpenting adalah kesepakatan dalam renegosiasi bukan pengarahan.

“Jadi yang penting ada kesepakatan dalam renegosiasi bukan pengarahan,” kata dia di Jakarta, Senin (10/3/2014).

Seperti diketahui, salah satu pokok penting yang belum mencapai titik temu antara pemerintah dengan perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini adalah soal pembangunan smelter. Lantaran pemerintah dinilai tidak realistis dalam menjalankan kebijakan dan melanggar perjanjian KK yang telah disepakati bersama sebelumnya.

Martiono sendiri mengaku Newmont siap menjalankan salah satu poin dalam renegosiasi ini. Namun pada dasarnya, lanjut Martiono, sudah terdapat 50 persen dari produksi smelting di Gresik, Jawa Timur yang pasokannya berasal dari Newmont dan Freeport yang sudah bisa diserap lokal dan sisanya untuk diekspor.

Smelter Gresik ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, buat apa bangun lagi,” jelas Martiono.

Sedangkan untuk poin-poin lainnya masih dapat dibicarakan. Menurutnya, Newmont tidak mempermasalahkan terkait divestasi dan penggunaan produk dalam negeri karena perusahaan siap untuk melakukan renegoasiasi.

Di sisi lain, terkait perpanjangan kontrak Newmont masih memiliki waktu hingga 2030 sesuai dengan perjanian kontrak karya. “Kemudian untuk luas lahan dan peningkatan pendapatan negara dapat dibicarakan,” kata dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Australia Raih...
BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Blackwater hingga 2030
BUMA Australia Peroleh...
BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
44 menit yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
1 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
1 jam yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
4 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
5 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved