Newmont ngotot minta kelonggaran bea keluar

Senin, 10 Maret 2014 - 17:47 WIB
Newmont ngotot minta...
Newmont ngotot minta kelonggaran bea keluar
A A A
Sindonews.com - Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara, Martiono Hardianto juga menyinggung terkait Bea Keluar progresif bahan mineral mentah sebesar 20-60 persen yang dinilainya akan membebani perusahaan.

“Kalau ini diterapkan, bea keluar Newmont itu 25 persen dari pendapatan progresif lagi sampai 60 persen. Lalu kita dapat apa?” kata dia dia di Jakarta, Senin (10/3/2014).

Menanggapi itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sukhyar mengatakan, pemerintah mengizinkan ekspor konsentrat tembaga hingga 2017 dengan syarat dikenakan BK dengan asumsi perusahaan berkomitmen melakukan pemurnian.

“Bea keluar disertai pertimbangan untuk adanya pengurangan seperti Newmont. Newmont kan akan kerja sama dengan Antam kami kasih kesempatan untuk ekspor konsentrat sampai 2017 dengan pengurangan tarif bea keluar,” kata dia.

Ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Tambang Smawa (Pukspats) Newmont Nusa Tenggara, Iwan Setiawan meminta pemerintah memberi kelonggaran BK progressif. Karena jika BK progressif tetap dilakukan maka nasib pekerja berada di ujung tanduk karena perusahaan terancam tutup.

“Nasib kita sekarang di ujung tanduk karena tidak ada penjualan konsentrat tembaga pada kuartal pertama ini. Kalau pemerintah tidak memberi kelonggaran bea keluar kami akan kehilangan mata pencaharian,” pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Australia Raih...
BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Blackwater hingga 2030
BUMA Australia Peroleh...
BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
44 menit yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
1 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
1 jam yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
4 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
5 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved