Fitra pesimis renegosiasi tambang selesai sebelum Pilpres

Senin, 10 Maret 2014 - 18:43 WIB
Fitra pesimis renegosiasi...
Fitra pesimis renegosiasi tambang selesai sebelum Pilpres
A A A
Sindonews.com - Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yenny Sucipto mengungkapkan keraguannya tentang renegosiasi kontrak karya (KK) dan Perjanjian Kontrak Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B) perusahaan pertambangan akan selesai sebelum pemilihan presiden (Pilpres) 2014.

"Saya tidak optimis bahwa sebelum pilpres renegosiasi akan selesai," ungkapnya kepada Sindonews di sela jumpa pers di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Senin (10/3/2014).

Saat ini, kata dia, baru perusahaan pertambangan kecil yang bersedia menandatangani renegosiasi KK dan PKP2B. Menurutnya, yang perlu disegerakan adalah perusahaan besar sekelas Freeport dan Newmont yang hingga saat ini belum bersedia menandatangani kontrak.

Karena, lanjut dia, perusahaan pertambangan besar berkontribusi besar terhadap penerimaan negara. Menurutnya, Jika mereka tidak bersedia menandatangani, penerimaan negara dari sektor pertambangan akan menurun.

"Penyelesaian renegosiasi bisa saja tercapai jika ada muatan politik di dalamnya. Kita kan membicarakan persoalan pemilu. Beberapa capres bisa saja memanfaatkan situasi seperti itu," ujarnya.

Yenny mengatakan, jika ini dikaitkan dengan penerimaan negara maka renegosiasi akan sulit untuk selesai sebelum pilpres. Namun jika dihubungkan dengan kepentingan elit politik, renegosiasi mungkin bisa selesai.

Diberitakan sebelumnya, jumlah perusahaan pemegang KK dan PKP2B sebanyak 112 orang. Namun yang telah bersedia menandatangani renegosiasi KK baru 25 perusahaan, dengan rincian 6 pemegang KK dan 19 pemegang PKP2B.

Renegosiasi ini membahas enam poin penting di antaranya, pengurangan wilayah kerja pertambangan, kelanjutan operasi pertambangan, penerimaan negara dan royalti, pengolahan pemurnian hasil pertambangan di dalam negeri, divestasi, dan penggunaan tenaga kerja dan produk dalam negeri.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Australia Raih...
BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Blackwater hingga 2030
BUMA Australia Peroleh...
BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
Berita Terkini
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
16 menit yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
57 menit yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
1 jam yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
3 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
3 jam yang lalu
Infografis
Rusia: Ukraina Jadi...
Rusia: Ukraina Jadi Tambang Emas bagi Produsen Senjata Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved