IHSG diproyeksi lanjutkan pelemahan
Selasa, 11 Maret 2014 - 08:20 WIB
IHSG diproyeksi lanjutkan pelemahan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan lantaran belum mendapat dorongan sentimen positif yang cuku kuat untuk mendongkrak lajunya ke zona hijau.
"Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada kisaran support-resistance 4.655-4.700," kata analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Selasa (11/3/2014).
Menilik lajunya secara historikal, Purwoko menjelaskan, IHSG pada perdagangan kemarin turun tipis -0,18 persen menjadi 4.677,246. Penurunan IHSG akibat tekanan dari bursa regional yang mengalami koreksi besar.
Meskipun demikian, penurunan IHSG tertahan oleh kenaikan saham PT Astra International Tbk (ASII), yang merupakan saham dengan market cap terbesar.
Dari luar negeri, penurunan bursa regional terjadi sebagai reaksi atas data perdagangan China, di mana ekspor Februari 2014 turun 18 persen dan impor naik 10,1 persen secara tahunan (yoy), sehingga defisit neraca perdagangan mencapai USD23 miliar.
"Pelaku pasar menjadi ragu dengan prospek pertumbuhan China di tahun ini," pungkas dia.
Kemarin, IHSG ditutup kembali terkoreksi 8,64 poin atau 0,18 persen ke level 4.677,25. Koreksi ini seiring pelemahan yang terjadi di bursa Asia.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,15 triliun dengan 4,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp176,20 miliar. Tercatat 139 saham naik, 180 saham melemah dan 78 saham stagnan.
"Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada kisaran support-resistance 4.655-4.700," kata analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Selasa (11/3/2014).
Menilik lajunya secara historikal, Purwoko menjelaskan, IHSG pada perdagangan kemarin turun tipis -0,18 persen menjadi 4.677,246. Penurunan IHSG akibat tekanan dari bursa regional yang mengalami koreksi besar.
Meskipun demikian, penurunan IHSG tertahan oleh kenaikan saham PT Astra International Tbk (ASII), yang merupakan saham dengan market cap terbesar.
Dari luar negeri, penurunan bursa regional terjadi sebagai reaksi atas data perdagangan China, di mana ekspor Februari 2014 turun 18 persen dan impor naik 10,1 persen secara tahunan (yoy), sehingga defisit neraca perdagangan mencapai USD23 miliar.
"Pelaku pasar menjadi ragu dengan prospek pertumbuhan China di tahun ini," pungkas dia.
Kemarin, IHSG ditutup kembali terkoreksi 8,64 poin atau 0,18 persen ke level 4.677,25. Koreksi ini seiring pelemahan yang terjadi di bursa Asia.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,15 triliun dengan 4,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp176,20 miliar. Tercatat 139 saham naik, 180 saham melemah dan 78 saham stagnan.
(rna)
Lihat Juga :