Rupiah diperkirakan tertekan sentimen global
Selasa, 11 Maret 2014 - 08:45 WIB
Rupiah diperkirakan tertekan sentimen global
A
A
A
Sindonews.com - Sama halnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), laju rupiah diprediksi tak bergariah setelah sempat tergerus oleh negatifnya sentimen yang ada.
"Laju rupiah masih di bawah level resisten Rp11.374. Rentang rupiah hari ini di kisaran Rp11.464-11.374 mengacu kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (11/3/2014).
Menilik pergerakannya pada perdagangan awal pekan kemarin, laju nilai tukar rupiah kembali terkoreksi setelah mengalami kenaikan sepanjang pekan kemarin.
"Pelemahan rupiah diantaranya terimbas pelemahan yuan dan yen, di mana data-data makroekonomi keduanya dirilis di bawah estimasi pelaku pasar," kata dia.
Di sisi lain, pada akhir pekan kemarin, rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat cukup positif, sehingga memberikan ruang bagi terapresiasinya USD.
"Rupiah pun sebagai mata uang soft currency terkena imbasnya dengan mengalami pelemahan. Pelaku pasar memanfaatkannya untuk profit taking," pungkas dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada berada di level Rp11.449 per USD atau melemah 54 poin dibanding penutupan Jumat (7/3/2014) di level Rp11.395 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.370 per USD. Posisi ini terapresiasi 70 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.440 per USD.
"Laju rupiah masih di bawah level resisten Rp11.374. Rentang rupiah hari ini di kisaran Rp11.464-11.374 mengacu kurs tengah BI," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (11/3/2014).
Menilik pergerakannya pada perdagangan awal pekan kemarin, laju nilai tukar rupiah kembali terkoreksi setelah mengalami kenaikan sepanjang pekan kemarin.
"Pelemahan rupiah diantaranya terimbas pelemahan yuan dan yen, di mana data-data makroekonomi keduanya dirilis di bawah estimasi pelaku pasar," kata dia.
Di sisi lain, pada akhir pekan kemarin, rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat cukup positif, sehingga memberikan ruang bagi terapresiasinya USD.
"Rupiah pun sebagai mata uang soft currency terkena imbasnya dengan mengalami pelemahan. Pelaku pasar memanfaatkannya untuk profit taking," pungkas dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada berada di level Rp11.449 per USD atau melemah 54 poin dibanding penutupan Jumat (7/3/2014) di level Rp11.395 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.370 per USD. Posisi ini terapresiasi 70 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.440 per USD.
(rna)